SUKABUMITREN.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu, 1 Agustus 2026, melaksanakan bakti sosial (baksos) bagi warga korban kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Dalam baksos ini, 15 civitas RSUD Sekarwangi memberikan 60 paket bantuan sembako dan pelayanan pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak kebakaran di kampung itu. Hadir memimpin langsung rombongan yang terdiri dari dokter, perawat, dan jajaran manajemen itu, Direktur RSUD Sekarwangi, dr. H. Asep Suherman.
Asep mengatakan, baksos ini adalah bentuk kepedulian dan empati keluarga besar RSUD Sekarwangi bagi warga yang tengah menghadapi cobaan di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya. “Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kami kepada saudara-saudara yang terdampak kebakaran. Kami berharap, bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban mereka, sekaligus layanan kesehatan yang kami berikan bisa membantu menjaga kondisi kesehatan warga di tengah masa pemulihan,” ujar Asep.
RSUD Sekarwangi berikan bantuan sembako dan layanan kesehatan bagi warga terdampak kebakaran
Asep mengungkapkan, kondisi kesehatan warga pasca bencana menjadi perhatian penting pihaknya saat ini. RSUD Sekarwangi tidak hanya datang membawa bantuan kebutuhan pokok, namun juga menghadirkan tenaga kesehatan untuk memastikan kondisi warga tetap terpantau dengan baik. Asep berharap, warga Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya diberikan kekuatan dan ketabahan untuk bangkit kembali.
“Harapannya, semoga saudara-saudara kita dapat segera pulih dari kesedihan pasca kebakaran, dan diberikan ketabahan serta kemudahan untuk membangun kembali kehidupan mereka,” kata Asep.

Warga Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya diharapkan mampu bangkit kembali
Kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya terjadi pada Sabtu pekan lalu, 25 Juli 2026. Saat itu, api merambat dengan cepat dan membumihanguskan puluhan rumah adat yang mayoritas berbahan bambu dan kayu, serta beratap ijuk atau jerami. Kebakaran ini mengakibatkan ratusan warga kehilangan tempat tinggal. (*)
