17 Tahun Tinggal di Kebun Kampung Anggayuda Sukabumi, Pasutri Lansia: “Udah Lama Nggak Dapet Bantuan”

Kamis, 4 Sep 2025 19:55
    Bagikan  
17 Tahun Tinggal di Kebun Kampung Anggayuda Sukabumi, Pasutri Lansia: “Udah Lama Nggak Dapet Bantuan”
Hendi Suhendi

Gubuk tempat tinggal Maman dan Kokoy di Kampung Anggayuda, Sukabumi

SUKABUMITREN.COM - Sehari menjelang libur panjang akhir pekan menyambut perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, sebuah potret miris terlihat di tengah kebun Kampung Anggayuda, RT 01/RW 05, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Di kebun itu, berdiri gubuk tidak layak huni , yang sejak 2008, ditempati pasangan suami-istri (pasutri) lanjut usia (lansia) bernama Maman dan Kokoy, bersama anak, menantu, dan dua cucunya.

Kini, Maman berusia 68 tahun, dan Kokoy 62 tahun. Sebelum tinggal di gubuk itu, Kokoy mengaku sudah pernah punya rumah yang jauh lebih layak huni. “Dulu punya rumah panggung. Ditinggal (karena) rusak,” ucap Kokoy, saat ditemui pada Rabu, 3 September 2025. “Sudah lama (di sini), (sejak) 2008. Nggak takut, sudah biasa,” kata Kokoy.

undefinedundefinedundefinedMaman dan Kokoy telah tinggal di gubuk ini selama 17 tahun

Baca juga: Gerak Cepat Dandim 0607/Kota Sukabumi, Selamatkan Pelajar Penderita Gizi Buruk di Gunungguruh

Di gubuk berdinding bilik bambu itu, Kokoy dan Maman menjalani hari-hari dengan menanam singkong dan pisang. Hasil berladang singkong itu, antara lain dimanfaatkan untuk membuat opak, sejenis cemilan mirip keripik. Demi menambah penghasilan yang tak seberapa itu, Maman pun bekerja secara serabutan.

Namun, kini, pekerjaan itu sudah jarang ditekuni Maman, akibat terkendala kondisi tubuhnya yang sakit-sakitan, didera gangguan jantung dan diabetes.

undefinedundefinedundefinedSejak Maman sakit, Kokoy mengambil alih pekerjaan di rumah

Baca juga: Dirawat 5 Hari di RS Pelni, Pengemudi Ojol Korban Rusuh di Jakarta Akhirnya Pulang ke Sukabumi

“Sudah biasa, membantu suami untuk makan hari-hari apa adanya. Kalau ada yang suruh koret-koret, kerja, kita kerja. Kalau nggak (ada yang ajak kerja), itu aja, kerja di kebun. Kalau (ada tanaman yang) sudah tua, ada yang beli, bisa dijual. Kalau nggak ada mah, apa aja. Kadang-kadang, ada orang yang ngasih,” urai Kokoy.

“Hasil tani, bikin-bikin opak, kalau ada yang beli. Sudah biasa sekarang mah (berkebun). Kalau dulu, awal-awalnya, berat juga. Nanam singkong, pisang, tanam cengek (cabai), sabar aja,” ujar Kokoy.

undefinedundefinedundefinedKokoy membuat opak dari hasil berladang di kebunnya

Baca juga: Dipicu Ulah OTK, Unjuk Rasa Mahasiswa di Gedung DPRD Kota Sukabumi Berujung Ricuh

Di tengah keterbatasan hidup yang dialaminya itu, Kokoy mengaku tak pernah lagi memperoleh bantuan dari pemerintah daerah setempat. “Enggak, sekarang nggak dapet (bantuan). Uang nggak dapet, beras nggak. Udah lama nggak dapet bantuan. Nggak (mau) diinget-inget. Sudah dicek sama menantu, nggak ada (bantuan) lagi,” ungkap Kokoy.

Keterbatasan hidup yang dialami pasutri itu menuai simpati warga setempat. Rabu, 3 September 2025, seorang warga bernama Iwan datang menemui Maman dan Kokoy, guna memberikan bantuan berupa sembako. Simpati juga kerap datang dari warga-warga lainnya. “Sudah 17 tahun mereka tinggal di sini. Kondisinya memang memprihatinkan. Apalagi kalau hujan deras, air masuk ke dalam rumah,” tutur seorang warga.

Baca juga: Demo Mahasiswa di DPRD Kota Sukabumi Berujung Ricuh Senin Sore, Berikut Foto-fotonya

Warga berharap, pemerintah desa dan pihak terkait segera turun tangan memberi bantuan, baik berupa renovasi rumah maupun kebutuhan pokok, agar pasutri lansia dan keluarganya itu kembali hidup layak seperti warga lainnya.

undefinedundefinedundefinedWarga bernama Iwan datang memberi sembako kepada Maman dan Kokoy

Harapan tak jauh berbeda diutarakan Kokoy. “Pengin punya rumah yang enak. Tapi, adanya gini, mau ke mana lagi. Nggak bisa ngebayangin yang besar-besar. Bapaknya juga (sakit) begitu,” ujar Kokoy.

Baca juga: 3 Tahun Hidup tanpa Listrik di Kawasan Wisata Tenjojaya Sukabumi, Pasutri Misjo-Teti: “Pengin sih Punya Lampu”

“Harapannya, Bapak bisa sembuh lagi. Mau punya rumah. Pengin punya modal buat usaha,” kata Kokoy. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Jaga Kepercayaan Masyarakat kepada Institusi Kejaksaan”

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 23-Jun-2026 18:19
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Metro Bekasi Kota Gelar Lomba Mancing Mania di Kolam Pemancingan Bang Bolon Bekasi Selatan
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Berikan Sumbangsih yang Bermanfaat untuk Masyarakat”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Dilantik Kajati Jabar, Tumpal Eben Ezer Resmi Jabat Kajari Kabupaten Sukabumi
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Raih 2 Gelar Juara 1 di Ajang AAI Award 2026, Kepala Bapenda Sukabumi Apresiasi Seluruh Pegawai yang Sudah Bekerja Keras dalam Pengelolaan Arsip
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Mantan Kapolres Sukabumi: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Bacok 3 Pelajar Hingga Terluka di Nagrak Sukabumi, OTK Diburu Polisi
Lalulintas Tengah Padat Saat Jam Pulang Karyawan Pabrik, Truk Tabrak 1 Sepeda Motor dan 3 Mobil di Cibadak Sukabumi
Dukung Asta Cita Presiden RI, Satlantas Polres Sukabumi Laksanakan Program Optimalisasi Lahan Pertanian bagi Komoditas Jagung
Resmi Jawab Somasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir: “Ahli Waris Labbai Sudah Puluhan Tahun Mencari Keadilan”

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Rabu, 10-Jun-2026 20:46
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 9-Jun-2026 18:55
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Senin, 8-Jun-2026 21:41
Lowongan Kerja
Tanah Diduduki dan Disomasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Jubir Ahli Waris Labbai: “Kita Santai Saja, Tunggu Putusan Pengadilan Negeri Makassar”