SUKABUMITREN.COM - Promotor tinju, Victoria, pada Rabu, 14 Januari 2026, di Jakarta, mengabarkan akan menggelar Kejuaraan Amateur Professional Boxing (AMPRO) di Studio TVRI, Jakarta, 13 Februari 2026 mendatang. Victoria mengatakan, tujuan digelarnya even ini adalah untuk menghidupkan kembali tinju profesional Indonesia.
Kejuaraan AMPRO ini, menurut Victoria, dirancang sebagai kompetisi profesional yang menjamin kesejahteraan atlet. Victoria memastikan, seluruh hak petinju dan pihak terkait akan dibayarkan secara penuh. “Kalau promotor profesional, atlet akan percaya, bahwa tinju bisa menjadi masa depan, bukan sekadar pertandingan,” tegas Victoria.

AMPRO dirancang sebagai kompetisi profesional yang menjamin kesejahteraan atlet
Dalam perhelatan nanti, AMPRO akan melibatkan 12 petinju nasional. Ke-12 petinju ini akan bertarung memperebutkan enam sabuk emas bergengsi dari Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya, Hendropriyono, Hercules, dan Mahakarya Bumi Hambalang Indonesia.
Ketua Umum Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI), Neneng, mengatakan, AMPRO bukan sekadar acara hiburan, namun juga mendukung program pemerintah dalam membangun ekosistem olahraga tinju nasional. AMPRO juga diarahkan sebagai ajang pencarian dan pembinaan bibit petinju dari berbagai daerah. Federasi menargetkan lahirnya atlet baru, melalui sistem pertandingan yang berkelanjutan.
Baca juga: Maling Nekat!!! Bobol Warung Ketua RT di Lokasi Ramai Cibadak Sukabumi, Kerugian Capai Rp 1 juta
“Ini bukan event seremonial. Ini adalah langkah nyata membangun kembali tinju profesional Indonesia,” ujar Neneng.
AMPRO melibatkan 12 petinju nasional, yang memperebutkan enam sabuk emas bergengsi
Saat ini, menurut Ketua Pelaksana, Letkol Inf. G. Borlak, S.Sos.,M.M., seluruh persiapan pertandingan telah ditetapkan. Borlak memastikan, pertandingan digelar mengikuti aturan dan regulasi tinju profesional internasional.
TVRI dipilih sebagai lokasi, sekaligus mitra siaran utama kejuaraan ini, guna memperluas akses publik terhadap pertandingan tinju profesional nasional. “Semua sudah kami tetapkan, mulai dari tanggal, tempat, hingga sistem pertandingan yang mengikuti standar internasional,” ucap Borlak.
Pertandingan di AMPRO digelar mengikuti aturan dan regulasi tinju profesional internasional
Pembina tinju, Yance, menilai, keberlanjutan kompetisi menjadi kunci lahirnya petinju berprestasi. Yance berharap, pemerintah memberikan dukungan terhadap pengembangan tinju profesional nasional. Even ini, diharap Yance, tidak hanya digelar sekali saja, namun seterusnya, untuk membangun kembali citra atlet tinju profesional Indonesia di kancah nasional dan internasional.
“Tanpa kompetisi rutin, tidak mungkin lahir juara dunia baru dari Indonesia,” kata Yance. (*)
