Ritual “Buang Uang” di Jembatan Sewo Subang-Indramayu: Dulu demi “Saedah-Saeni”, Kini Warga yang Menikmati

Senin, 16 Dec 2024 20:12
    Bagikan  
Ritual “Buang Uang” di Jembatan Sewo Subang-Indramayu: Dulu demi “Saedah-Saeni”, Kini Warga yang Menikmati
Istimewa

Aktivitas penyapu koin di Jembatan Sewo

SUKABUMITREN.COM - Libur panjang akhir tahun 2024 akan segera tiba. Dulu, kala jalan tol belum melintasi Pantai Utara Jawa (Pantura) di wilayah Subang dan Indramayu, perjalanan dari Jakarta-Cirebon pulang pergi (PP) pun biasa ditempuh dengan melintasi jembatan yang namanya sudah sangat melegenda, yakni Jembatan Sewo.

Jembatan ini terletak di perbatasan Kabupaten Subang dan Kabupaten Indramayu. Di Kabupaten Subang, jembatan ini masuk wilayah Kampung Sewo, Desa Karang Anyar, Kecamatan Pusaka Jaya. Sedangkan di Kabupaten Indramayu, jembatan ini masuk wilayah Desa Sukra, Kecamatan Sukra.

undefinedundefinedundefinedJembatan Sewo terletak di perbatasan Subang-Indramayu

Baca juga: Lomba “Kiddies Wanna Be 2024” Sukses Digelar di Bandung, Simak Nama-Nama Pemenangnya

Walau berbeda wilayah administratif, namun ada kebiasaan yang sama dari warga di kedua kampung itu, yakni berdiri di tepian jalan dengan membawa sapu lidi di tangan. Tujuannya, bukan untuk bersih-bersih jalan, melainkan guna menyapu koin atau lembaran uang yang dilemparkan pengguna jalan.

Biasanya, para warga dari beragam golongan usia itu, akan meminta pengemudi yang melintas untuk melemparkan uang bagi mereka. Kebiasaan ini telah berlangsung sangat lama, sehingga sudah dianggap tradisi oleh warga kedua desa itu. Jembatan Sewo pun seakan berubah fungsi. Bukan lagi sekadar sarana transportasi darat semata, namun juga menjadi “panggung” bagi warga untuk meraup rupiah.

Baca juga: Info Lowongan Kerja Update ke 39

Para warga ini rela berpanas-panasan seharian, sambil berdiri atau duduk di sepanjang jembatan. Sebab, dengan cara itulah, penghasilan keseharian pun bisa mereka dapatkan. Bahwa para warga ini akhirnya bisa memiliki tradisi begitu, ternyata ada kisah bernuansa mistis yang melatarbelakanginya.

undefinedundefinedundefinedWarga punya tradisi menyapu uang dari pengguna jalan

Ceritanya, ada dua kakak beradik bernama Saedah dan Saeni, yang semasa hidupnya sangat miskin, sehingga terpaksa mencari nafkah di Jembatan Sewo dengan bermain tari ronggeng. Saedah berperan selaku penabuh gendang, dan Saeni sebagai penarinya.

Baca juga: HUT TNI AD ke-79, Penyanyi Hj. Aas Rolani Hibur Warga dan Anggota TNI AD di Pos Koramil Cikedung Indramayu

Naas menyertai kakak-beradik itu pada sebuah hari. Keduanya meninggal tertabrak kendaraan di jembatan itu. Warga setempat kemudian meyakini, arwah kakak-adik ini menghantui lokasi itu hingga kini. Keyakinan itu diperkuat dengan terjadinya petaka pada 11 Maret 1974 di jembatan ini.

Bus pembawa rombongan transmigran asal Boyolali tergelincir dan terbakar di Kali Sewo, menyebabkan 67 orang meninggal dunia. Kecelakaan ini semakin meletupkan kepercayaan di kalangan warga, bahwa “dalang” di balik musibah itu adalah “hantu” Saedah dan Saeni. Maka, demi mencegah terulangnya peristiwa serupa, warga meminta pengendara untuk melemparkan uang saat melintasi jalur maut ini.

undefinedundefinedundefinedTradisi warga berlatar kisah Saedah dan Saeni

Baca juga: 10 Hari Pasca Terdampak Pergerakan Tanah, Warga Desa Neglasari Sukabumi Minta Segera Direlokasi

Kisah “Saidah-Saeni di Jembatan Sewo” itu sangat dikenal di Pesisir Utara Jawa Barat, yang membentang mulai Cirebon hingga Karawang. Berkat kisah itu, para pengendara yang percaya pun menjadi “ikhlas” melakukan ritual lempar uang bagi arwah Saedah dan Saeni saat sedang melintasi jembatan itu, demi keperluan keamanan dan keselamatan perjalanannya.

Kini, manfaat nyata dari ritual melempar uang itu tentu lebih dinikmati warga setempat, ketimbang oleh “Saedah dan Saeni”. Banyak di antara warga telah menjadikan kegiatan menyapu uang itu sebagai mata pencaharian hingga puluhan tahun lamanya. Maklum, pendapatan yang diperoleh menggiurkan. Sebab, bukan sekali dua, ada pengendara yang juga melemparkan uang kertas dengan pecahan besar.

undefinedundefinedundefinedTradisi ini menjadi mata pencaharian warga

Baca juga: Info Lowongan Kerja Update ke 38

Wajar, bila ada warga yang mengaku bisa mendapat uang sekitar Rp 50.000 per hari dan bahkan lebih, saat jembatan ini ramai dilintasi pemudik menjelang dan setelah libur panjang, sebagaimana akan berlangsung pada akhir tahun 2024 ini.

Di tengah hiruk-pikuk kepadatan lalulintas macam itu, adakah yang masih peduli pada sosok “Saedah dan Saeni”? (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Ditunda 4 Kali, Jubir Ahli Waris Labbai: “Ada Apa dengan Hakim Pengadilan Negeri Makassar?”
Tindak Tegas PETI di Gorontalo Utara, Petugas Ditreskrimsus Polda Gorontalo Pasang Police Line di Lubang Tambang dan Tromol Pengolahan Hasil Tambang
Rumah Terbakar saat Pemadaman Listrik di Nyalindung Sukabumi, Suami Istri Selamat, Tiga Bocah Kakak Beradik Meninggal Dunia
PN Cibadak Eksekusi Lahan Emplasemen Stasiun Cicurug Sukabumi, PT KAI Daop 1 Jakarta Berhasil Selamatkan Aset Perusahaan Berdasarkan Putusan Pengadilan
Dikirim Bantuan 15.000 Liter Air Bersih Setelah 2 Bulan Dilanda Kekeringan Parah, Warga Kampung Babakan Sari Sukabumi Berucap Alhamdulillah: “Terima Kasih PMI dan BPBD”
Gandeng PT CMNP, Kadister Koarmada TNI AL Tinjau Lokasi Perencanaan Pembangunan Jembatan Leuwidinding Jampangtengah-Gunungguruh Kabupaten Sukabumi
Tutup MPLS dengan Aksi Peduli Lingkungan, SMAN 1 Cibadak Sukabumi Tanam 500 Bibit Pohon dan Cat Jembatan Bersama Lintas Sekolah, Forkopimcam, Tokoh Masyarakat, KNPI, serta Karang Taruna
Berkat Komsos Persuasif dan Humanis, Pos Kout Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Terima Penyerahan Senjata Api Rakitan secara Sukarela dari Tokoh Adat Desa Bekuan Kalbar
Peresmian Masjid Thoriiqu Zulfiani di Perum Bukit Nagrak Residence Sukabumi, Developer: “Jadikan sebagai Tempat Mendidik Generasi Saleh dan Salehah”
Royan Aries Resmi Terpilih Menjadi Ketua KNPI Kecamatan Cibadak Sukabumi Periode 2026-2029, Camat Mulyadi Berharap Pengurus Baru Responsif terhadap Masalah Sosial
Peduli Generasi Muda Perbatasan, Personel Pos Kout Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Jadi Gadik Materi Wasbang dan Pramuka bagi Pelajar SMPN 1 Ketungau Hulu Sintang Kalbar
Wujudkan Toleransi Antar-Umat Beragama, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad dan Warga Kerja Bakti Bersihkan Gereja di Desa Riam Sejawak Kalbar
Sidang Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Ditunda Hingga 3 Kali di PN Makassar, Politisi Haris Baginda: “Saya Sudah Urus Itu, Bagaimana Bisa Diganti Untung, Bukan Ganti Rugi”
Peduli Kesehatan Warga Perbatasan, Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gelar Pengobatan Gratis dari Rumah ke Rumah Warga Desa Badau Kapuas Hulu Kalbar

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Rabu, 15-Jul-2026 18:55
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 14-Jul-2026 18:06
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Minggu, 12-Jul-2026 21:06
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Sabtu, 11-Jul-2026 20:34
Lowongan Kerja
Menerima Sertifikat IP PMR Pangan Olahan, Pabrik PT Amerta Indah Otsuka di Pasuruan Jatim Dikunjungi Kepala BPOM RI
Rayakan HUT Ke-64, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gelar Olahraga Bersama dan Syukuran di Pos Kotis Badau Kapuas Hulu Kalbar