Rilis Kasus Penganiayaan Pelajar Hingga Meninggal di Cicurug, Kapolres Sukabumi: “Ini Memprihatinkan”

Sabtu, 31 Aug 2024 18:18
    Bagikan  
Rilis Kasus Penganiayaan Pelajar Hingga Meninggal di Cicurug, Kapolres Sukabumi: “Ini Memprihatinkan”
IG @polreskabsukabumi

Barang bukti senjata tajam yang diduga milik pelaku penganiaya pelajar di Cicurug, Sukabumi

SUKABUMITREN.COM - Polres Sukabumi pada Jumat, 30 Agustus 2024, merilis penanganan kasus meninggalnya seorang pelajar Kelas 9 SMP Negeri 1, Cicurug, Kabupaten Sukabumi, berinisial M, warga Kampung Ciutara, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Pelajar berusia 15 tahun itu meninggal pada Rabu, 28 Agustus 2024, sekitar pukul 14:00 WIB, diduga akibat dianiaya sesama pelajar di dekat rumahnya itu.

Baca juga: Teladan Jumat di Masjid Assalam Sukabumi: Rutin Gelar Makan Siang Bersama Bagi Warga dan Jamaah Salat Jumat

Saat merilis peristiwa itu, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Dr. Samian, S.H, S.I.K, M.Si, memperlihatkan sejumlah barang bukti berupa pakaian seragam dan juga senjata tajam, yang diduga digunakan pelaku untuk menganiaya korban.

 undefinedundefinedBarang bukti baju seragam yang diamankan polisi

Dikutip dari akun Instagram, @polreskabsukabumi, Sabtu, 31 Agustus 2024, Samian mengaku prihatin atas terjadinya peristiwa itu.

Baca juga: Viral Sejak Putus 29 Juni, Hingga Kini Jembatan Gantung di Sungai Cikaso Sukabumi Belum Selesai Diperbaiki

“Kasus ini sangat memprihatinkan. Ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan karakter, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga. Anak-anak perlu dibekali nilai-nilai moral dan bimbingan, agar mampu mengelola emosi, serta konflik dengan cara yang positif,” ungkap Samian.  

Sebelumnya, ketika dijumpai di sela-sela pengamanan pendaftaran pasangan calon (paslon) peserta Pilkada Kabupaten Sukabumi, Kamis, 29 Juli 2024, Samian mengatakan, pelaku penganiayaan pelajar hingga meninggal dunia itu telah ditangkap dan diamankan oleh petugas Polsek Cicurug dan Polres Sukabumi.

Baca juga: Berbau Menyengat, Mayat Lelaki Tak Dikenal Ditemukan di Selokan Kampung Cimanggu, Sukabumi

“Besok (Jumat, 30 Agustus 2024), kita akan rilis kasusnya di Polres Sukabumi,” ucap Samian.

 undefinedKapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, S.H, S.I.K, M.Si.

Paman korban, yang bernama Riki, mengungkapkan, peristiwa pembacokan atas korban terjadi pada Rabu, 28 Agustus 2024, sekitar pukul 14:00 WIB, saat korban hendak pulang ke rumahnya. Lokasi rumah korban hanya berjarak sekitar 200 meter dari sekolahnya di SMP Negeri 1, Cicurug.

Baca juga: Jembatan Gantung Belum Selesai Diperbaiki, Warga 2 Kecamatan di Sukabumi Manfaatkan Jembatan Bambu Diikat Tali

“Saya pertama dengar kabar itu dari keluarga,” kata Riki. “Saya langsung ke lokasi, tapi ternyata sudah pada bubar. Sebetulnya bukan tawuran. Tapi, sehabis pulang sekolah, (korban) dibegal sama banyak pelajar,” tutur Riki.

 undefinedundefinedJenazah korban saat berada di rumah sakit.

Lelaki berusia 32 tahun ini kemudian mengatakan pula, bahwa korban sebetulnya sempat mencoba melarikan diri. Namun, korban terus dikejar dan kemudian terjatuh, hingga akhirnya dibacok senjata tajam ke bagian punggungnya.

Baca juga: Mang Jaya, Pelestari "Dongeng Sunda" Selama Ratusan Purnama Hingga Usia Senja

Akibat lukanya itu, menurut Riki, korban sempat dibawa ayahnya ke klinik terdekat. Namun, karena peralatan medis di klinik ini tidak memadai, korban langsung dirujuk ke RS Bhakti Medicare. “Saat itu, sepertinya (korban) sudah meninggal, karena lukanya benar-benar parah,” ucap Riki. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Diserang Gerombolan OTK Bersajam di Cibadak Sukabumi, 4 Pemuda Terluka dan Harus Dirawat di RSUD Sekarwangi
Sambut Ramadhan, Perumda Tirta Jaya Mandiri Perluas Jaringan dan Optimalisasi Saluran Air Bersih di Sukabumi

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 27-Jan-2026 16:44
Info Lowongan Kerja

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Sabtu, 24-Jan-2026 23:59
Info Lowongan Kerja
Optimalkan Dana Desa, BUMdes Jayamekar Desa Tenjojaya Sukabumi Launching Budidaya Talas Pratama
Jembatan Leuwidinding Sukabumi Rusak, Warga dan Pelajar Seberangi Sungai Cimandiri dengan Perahu Karet

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Rabu, 21-Jan-2026 21:30
Info Lowongan Kerja
Dukung Program Rumah ASN dari Presiden, Wakajati Jabar Laksanakan Groundbreaking Rusun Kejati Jabar di Bandung

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Senin, 19-Jan-2026 20:22
Info Lowongan Kerja
Punya SK Redis-SHM, di Tanah Labbai Lantebung Makassar Didudukkan Surat dan Perkara PT Bumi Karsa-Kalla Grup
Disebut PN Makassar Bukan Tanah Sengketa, SK Redis Labbai Lebih Diakui dari SHGB PT Bumi Karsa-Kalla Grup
Gelar Kejuaraan AMPRO di TVRI pada 13 Februari 2026, Promotor Victoria: “Tinju Bisa Menjadi Masa Depan”
Jadi Tersangka Pelanggaran Hak Cipta, Konten Kreator asal Gorontalo Terancam 10 Tahun Penjara dan Denda 4 M
Kunjungi Pohuwato, Kapolda Gorontalo Pastikan Penertiban PETI di Seluruh Wilayah Gorontalo
Ganti Rugi Tanah Belum Cair, Ahli Waris Labbai Korban Klaim PT Bumi Karsa-Kalla Grup di Makassar Hidup Getir
Di Tanah Lantebung Makassar: SHM Labbai Tidak Ditemukan, tapi Bisa Ditumpangi SHGB PT Bumi Karsa-Kalla Grup
Ditangkap Polres Sukabumi Kota karena Cabuli Perempuan 15 Tahun, Lelaki asal Cisaat Terancam 15 Tahun Penjara

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Jumat, 9-Jan-2026 18:43
Info Lowongan Kerja

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Kamis, 8-Jan-2026 15:19
Info Lowongan Kerja
Adu Sah Alas Hak Tanah di Lantebung Makassar: Ahli Waris Labbai SK Redis-SHM, PT Bumi Karsa-Kalla Grup SHGB