Diskusi Pemekaran KSU di Cibadak Sukabumi, Toto Sugiarto: “Gandeng Generasi Y dan Z”

Minggu, 25 May 2025 16:57
    Bagikan  
Diskusi Pemekaran KSU di Cibadak Sukabumi, Toto Sugiarto: “Gandeng Generasi Y dan Z”
Hendi Suhendi

Diskusi Pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara di Halmit Coffe and Resto, Cibadak, Sukabumi

SUKABUMITREN.COM - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Cibadak dan Karang Taruna Kecamatan Cibadak pada Sabtu, 24 Mei 2025, malam menggelar diskusi publik mengenai pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara (KSU). Diskusi ini dilaksanakan di Halmit Coffe and Resto, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, serta menghadirkan Dosen Komunikasi Politik Universitas Pakuan, Toto Sugiarto, dan Kasubag Otonomi Daerah (Otda) Setda Kabupaten Sukabumi, Asep Badrudin.

Hadir pula dalam diskusi ini, para peserta dari KNPI, Karang Taruna, Presidium Pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara, Muspika Cibadak, pemuda, pengusaha, awak media, dan unsur masyarakat lainnya.

undefinedundefinedundefinedDiskusi digelar oleh KNPI Kecamatan Cibadak dan Karang Taruna Kecamatan Cibadak

Baca juga: Kafe “Kopi & Pizza” di Cibadak Sukabumi: buat yang Pengin Ngopi-Makan Pizza sambil Bernostalgia

Diskusi diawali dengan pemaparan Asep Badrudin mengenai dasar hukum, aturan, hingga proses Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) Kabupaten Sukabumi Utara.

Asep mengatakan, hal-hal yang terkait dengan persyaratan administrasi CDPOB Kabupaten Sukabumi Utara telah terpenuhi. Asep juga menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi sangat mendukung pemekaran ini, melalui kebijakan yang tertuang di RPJMD dan bahkan anggaran.

Baca juga: Info Lowongan Kerja Update Ke 138

“Pemerintah Kabupaten Sukabumi sudah tidak ada keraguan lagi untuk posisi di pemekaran, karena sudah betul-betul mempersiapkan, baik sarprasnya maupun dana persiapan untuk pembentukan daerah calon persiapan,” ujar Asep.

undefinedundefinedundefinedDiskusi menghadirkan Dosen Komunikasi Politik Universitas Pakuan, Toto Sugiarto, dan Kasubag Otonomi Daerah (Otda) Setda Kabupaten Sukabumi, Asep Badrudin

Menurut Asep, secara kewilayahan, Kabupaten Sukabumi Utara itu mencakup 21 kecamatan, dengan calon Ibukota adalah Kecamatan Cibadak.

Baca juga: Rawan Kejahatan dan Sampah Ilegal, Jembatan Leuwigoong Cibadak Sukabumi Jadi Fokus Kegiatan Jumat Bersih

Asep menegaskan, ketika hal-hal yang terkait dengan administrasi telah rampung, maka yang dibutuhkan saat ini adalah dorongan publik, serta menjadikan pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara menjadi sebuah isu yang menarik perhatian.

undefinedundefinedundefinedundefinedKabupaten Sukabumi Utara mencakup 21 Kecamatan, dengan calon Ibukota di Kecamatan Cibadak

Senada dengan Asep, Toto Sugiarto juga menuturkan, isu pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara harus dijadikan sebuah isu yang terus di-framing, agar menarik perhatian semua lapisan masyarakat, dan tidak tidak hanya dipahami oleh kalangan-kalangan tertentu saja.

Baca juga: Foto-Foto Kegiatan Jumat Bersih di Cibadak Sukabumi: demi Leuwigoong Kembali Kinclong

“Kami menggunakan istilah DOB (Daerah Otonomi Baru), bukan istilah-istilah lain. Jadi, Daerah Otonomi Baru menjadi isu yang dicoba diangkat menjadi sebuah framing yang tepat untuk disajikan kepada publik, kalau kita melihat dari sisi akademisinya. Kita diskusi, takutnya narasi-narasi ini hanya ada di kelompok elite,” tutur Toto.

undefinedundefinedPemekaran Kabupaten Sukabumi Utara harus di-framing agar menarik perhatian publik

Toto juga mengungkapkan, isu pemekaran ini harus di-framing terus menerus. Salah satu salurannya bisa memanfaatkan media sosial, dengan menggandeng kalangan muda dari Generasi Y dan  Z.

Baca juga: Info Lowongan Kerja Update Ke 137

“Dua generasi ini seharusnya menjadi peluru bagi kita, agar isu [pemekaran] bisa sampai ke semua lini, sehingga dukungan secara politis bisa sampai ke Pemerintah Pusat,” tegas Toto.

Atas saran dari Toto itu, Abia Mahabudin, atau akrab disapa Oom Boy, selaku Panitia Diskusi ini, memastikan akan terus menggelar diskusi serupa di daerah-daerah lain di Sukabumi Utara, demi mendukung segera terwujudnya Kabupaten Sukabumi Utara. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Trending Hari Ini

  1. Info Lowongan Kerja

Berita Terbaru

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Senin, 8-Dec-2025 21:42
Info Lowongan Kerja
Tanah di Lantebung Makassar Diklaim PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Ahli Waris Labbai: “Mereka Tidak Punya Hati”
Dikunjungi Eltekers Legenda Wisata, Ummul Qur'an Jonggol Sukses Cetak Santri Ahli Agama-Agripreneur Mandiri
Dambakan Dibantu Presiden Melawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Ahli Waris Bawa Foto Labbai ke PN Makassar
Berkat Koleksi Media Lawas, Skripsi-Tesis-Disertasi-Penelitian-Pameran Terbantu Tergarap Tuntas-tas-tas-tas!!!
Surati Presiden dan Didukung GBNN, Ahli Waris Labbai Kian Yakin Lawan PT Bumi Karsa di Lantebung Makassar
Resmikan Mess Griya Adhyaksa di Bekasi, Kajati Jabar Harap Pegawai Kian Profesional demi Nama Baik Institusi
Tanah Dijual H. Raiya Dg. Kanang, Ahli Waris Labbai-PT Bumi Karsa Jadi Seteru di Lantebung Makassar
Dilantik Bupati Sukabumi Menjadi Kades Pawenang, Hilman Nulhakim: “Sekarang Saatnya Menyatukan Kekuatan”
Pulihkan Dampak Bencana 27 Oktober 2025, Menko PM Letakkan Batu Pertama Hunian Relokasi di Cisolok Sukabumi
Ironi di Pamuruyan Sukabumi: Jembatan Lama Diperbaiki, Jembatan Baru Dibiarkan Mangkrak 4 Tahun
Tanah 27 Hektar Ditawar 150 Juta, Ahli Waris Labbai Tolak Uang Damai PT Bumi Karsa saat Mediasi di PN Makassar
“Gebyar Festival Musik” di Tasikmalaya: Ria dari Garut dan Toni Asban asal Yogyakarta Sukses Jadi Juara
Diduga Jual Obat Keras Terbatas Tanpa Izin, Warung di Cicurug Sukabumi Digerebek Polisi dan TNI
Tanah Labbai Beralas Hak SK Redis, Ditimpa SHGB PT Bumi Karsa Kalla Grup di Proyek Jalur KA Lantebung Makassar
As Pully Patah saat Lintasi Jalan Rusak, Truk Tronton Bermuatan Batu Terguling di Cikembar Sukabumi
Tawarkan Uang Damai 150 Juta, PT Bumi Karsa Beli Tanah di Lantebung Makassar dari Orang Sudah Meninggal Dunia
3 Hari, Murid TK Ignatius Slamet Riyadi Gatsu Bandung Berlatih Tanam Bayam, Mengenal Hewan, dan Ecoprint
150 M Ditawar 150 Juta, Ahli Waris Labbai Tuding PT Bumi Karsa Anggap Remeh Pemilik Tanah Lantebung Makassar
Operasi Pencarian Berujung Duka: 2 Pemancing yang Hilang di Pantai Cikeueus Sukabumi Ditemukan Meninggal Dunia