Tandai Eksistensi 3 Dekade, LPB akan Pentaskan "Koplak-Koplak" di Rumentang Siang Bandung 23 November 2025

Senin, 17 Nov 2025 18:51
    Bagikan  
Tandai Eksistensi 3 Dekade, LPB akan Pentaskan "Koplak-Koplak" di Rumentang Siang Bandung 23  November 2025
Laskar Panggung Bandung

Poster pementasan “Koplak-Koplak” di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Bandung, Minggu, 23 November 2025

SUKABUMITREN.COM - Akhir pekan depan, Minggu, 23 November 2025, di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Bandung, sebuah pementasan teater bertajuk “Koplak-Koplak” akan dihelat Laskar Panggung Bandung (LPB), salah satu kelompok teater independen paling berpengaruh di Bandung dan Jawa Barat. Pementasan ini sekaligus menandai momen paling bersejarah dalam perjalanan hidup LPB sebagai kelompok teater, yakni ulang tahun atau milad ke-30, dihitung dari waktu pendiriannya pada 20 November 1995.

Saat itu, delapan seniman, yakni Yusef Muldiyana, Deddy Koral, Donny Achmad, Anton Justian, Gaus FM, Dyanto, Aendra Medita, dan Sarwoko, sepakat mendirikan LPB. Nama “Laskar Panggung Bandung” dipilih sebagai penanda, bahwa panggung adalah ruang perjuangan, tempat kritik sosial dirawat melalui humor, satire, dan permainan imajinasi.

undefinedYusef Muldiyana (kanan), dalam satu kesempatan pertemuan bersama Penulis di Bandung

Baca juga: Yusef Muldiyana: Cinta Panggung Berkat Pekerja Kebun, Bersama LPB Tempuh Jalan Kesenimanan Tak Berkesudahan

Adalah Yusef pula yang menulis naskah dan menyutradarai “Koplak-Koplak”. Bersama Yusef, akan hadir juga di pementasan nanti, para aktor pendukung, yakni Apip Catrix, Deddy Koral, Kemal Ferdiansyah, Ria Ellysa Mifelsa, Senny Suzan Alwasilah, Agus Injuk, Kori Yoseph Iskandar, Alin Reynaira, Dian Lidya Opik Geulang, Rasyid Vanadi, Superjonesia, Dadan Darto, Reni Angling, Hafiz Permana, Nadhief Adem, Eka Cw, M. Fahri Aldani, Availa Raisha, M. Haykal, Aurel Siti, Luna Alika, Olipia Adela, Irfan Noval, Fitri Dewi Asyfa Divia, Alia Nursapta, Maulana Hasbhy, Meysha Zaha, Vadisa Atallani, Anggita Putri, Flora Amelia, Fanisa Karina, Shin Melani, Asyara Divia, Tiara Sucilawati, Clara Oktaviana.

Para aktor itu akan didukung oleh Penata Artistik: Riky Oet; Penata Musik: Reza Rizky, M. Fahri, dan Mita Kulsum; Penata Busana: Ceu Sussie Fatriani dan Asep Hermawan Bhamereta; Penata Cahaya: Beben Rana; Penata Multimedia: Aji Sangiaji; serta Penata Rias: Yayas Yoseph Iskandar dan Vadisha Attalani.

Baca juga: Jabat Dirreskrimsus, Mantan Kapolres Sukabumi Ini Bongkar Kasus Transfer Fiktif di Bank BRI Wonosari Gorontalo

Pementasan pun akan semakin hidup dengan penampilan spesial dari Teater Lima Wajah, dan monolog “Feng Ying” karya Bode Riswandi.

Pintu pertunjukan akan dibuka pada pukul 19.00 WIB, dan tiket dapat diperoleh dengan harga Rp 35.000.

undefinedSeniman LPB sibuk berlatih jelang pementasan “Koplak-Koplak”

Baca juga: Sabtu Kreatif di TK-SD Ignatius Slamet Riyadi Gatsu Bandung: Murid Berlatih Olah Jelantah Jadi Sabun dan Lilin

Dalam pementasan “Koplak-Koplak” nanti, Yusef kembali membidik isu-isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari persoalan sumber daya alam, pembangunan, hingga dinamika kelas pekerja. Semuanya itu dirangkum dengan pendekatan komedi yang “koplak”, jenaka, namun tetap menyimpan ketajaman kritik. Humor menjadi medium untuk menyampaikan gagasan, tanpa harus menggurui.

“Koplak-Koplak” pun menjadi ruang penting bagi Yusef, yang dibesarkan Studiklub Teater Bandung (STB), dan pernah belajar langsung dari mendiang Arifin C. Noer. Di LPB, seniman kelahiran Subang, 2 September 1961, ini bukan lagi sekadar pendiri, tapi juga motor kreatif yang menjaga kelompok ini tetap relevan dan berpijak pada realitas sosial.

undefinedYusef Muldiyana saat dirias Suyatna Anirun, pendiri STB, untuk pentas tahun 1996

Baca juga: Hidupkan Sepeda Motor Dalam Kamar saat Cuaca Mendung, Rumah di Kabandungan Sukabumi Dimangsa Api

Selama tiga dekade keberadaannya, beberapa karya penting telah dipentaskan LPB, semisal “Manusia Dalam Botol”, “Bulan dan Kerupuk”, “Kutu-Kutu Kota Kita”, dan “Raja Lieur”. Hingga 2010-an, LPB pun tercatat telah memproduksi lebih dari 247 pementasan, baik tunggal maupun produksi pesanan.

Melalui “Koplak-Koplak”, LPB mengajak publik merayakan perjalanan panjang seni teater yang tak hanya menghibur, namun juga menyuarakan keresahan. Setelah 30 tahun berlalu, semangat kelompok ini tetaplah sama, yakni menghadirkan tawa yang membuka mata dan menyuarakan isu-isu yang sering terabaikan. Di tengah berbagai perubahan zaman, LPB kembali unjuk bukti, bahwa panggung adalah ruang di mana humor, kritik, dan kemanusiaan dapat hidup berdampingan.

undefinedundefinedundefinedRangkaian pentas LPB (dari atas): “Kutu-Kutu Kota Kita” (2009), “Bulan dan Kerupuk” (2011), serta “Caligula” 2015

Panjang umur LPB!!! (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Gugat PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar, Ahli Waris Labbai Debat dengan Ahli Waris Hj. Raiya Dg. Kanang
Saat Hakordia 2025, Mantan Kapolres Sukabumi Ini Umumkan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Jalan di Gorontalo
Melanglang Jauh dari Bandung ke Palu, STB Sukses Pentaskan “Bung di Banda” dalam FTI 2025
Mantan Kapolres Sukabumi Sidik Kasus PETI di Gorontalo, 3 Tersangka Terancam Penjara 5 Tahun dan Denda 100 M
Ditinjau Kapolda Jabar, Kapolres Sukabumi Kerahkan 974 Personel untuk Amankan Nataru 2025-2026

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Senin, 8-Dec-2025 21:42
Info Lowongan Kerja
Dikunjungi Eltekers Legenda Wisata, Ummul Qur'an Jonggol Sukses Cetak Santri Ahli Agama-Agripreneur Mandiri
Dambakan Dibantu Presiden Melawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Ahli Waris Bawa Foto Labbai ke PN Makassar
Berkat Koleksi Media Lawas, Skripsi-Tesis-Disertasi-Penelitian-Pameran Terbantu Tergarap Tuntas-tas-tas-tas!!!
Surati Presiden dan Didukung GBNN, Ahli Waris Labbai Kian Yakin Lawan PT Bumi Karsa di Lantebung Makassar
Resmikan Mess Griya Adhyaksa di Bekasi, Kajati Jabar Harap Pegawai Kian Profesional demi Nama Baik Institusi
Tanah Dijual H. Raiya Dg. Kanang, Ahli Waris Labbai-PT Bumi Karsa Jadi Seteru di Lantebung Makassar
Dilantik Bupati Sukabumi Menjadi Kades Pawenang, Hilman Nulhakim: “Sekarang Saatnya Menyatukan Kekuatan”
Pulihkan Dampak Bencana 27 Oktober 2025, Menko PM Letakkan Batu Pertama Hunian Relokasi di Cisolok Sukabumi
Ironi di Pamuruyan Sukabumi: Jembatan Lama Diperbaiki, Jembatan Baru Dibiarkan Mangkrak 4 Tahun
Tanah 27 Hektar Ditawar 150 Juta, Ahli Waris Labbai Tolak Uang Damai PT Bumi Karsa saat Mediasi di PN Makassar
“Gebyar Festival Musik” di Tasikmalaya: Ria dari Garut dan Toni Asban asal Yogyakarta Sukses Jadi Juara
Diduga Jual Obat Keras Terbatas Tanpa Izin, Warung di Cicurug Sukabumi Digerebek Polisi dan TNI
Tanah Labbai Beralas Hak SK Redis, Ditimpa SHGB PT Bumi Karsa Kalla Grup di Proyek Jalur KA Lantebung Makassar
As Pully Patah saat Lintasi Jalan Rusak, Truk Tronton Bermuatan Batu Terguling di Cikembar Sukabumi