SUKABUMITREN.COM - Saat Ramadan seperti sekarang, dan tahun-tahun sebelumnya, kawasan kuliner di Jalan Surya Kencana, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, selalu menjadi ajang berburu takjil sambil ngabuburit bagi warga. Beragam takjil enak dan menarik dijajakan di jalan itu.
Saat ini, salah satu takjil yang tengah menarik perhatian warga adalah puding caramel. Takjil ini dijajakan perempuan 45 tahun bernama Sri Mulyani, dan selalu ramai diserbu pembeli. Antrean panjang pun selalu terjadi menjelang waktu berbuka puasa.
Puding caramel ini memiliki tampilan unik dan menggugah selera. Teksturnya yang lembut, serta berpadu dengan rasa manis caramel, membuat banyak warga penasaran dan rela datang mengantre untuk mencicipinya.
Puding caramel ini dijual oleh warga bernama Sri Mulyani
Di antara warga, ada pengunjung bernama Elsa. Perempuan 30 tahun ini mengaku tertarik mencoba, setelah melihat banyak warga mengantre untuk membeli puding caramel ini. “Saya penasaran, karena banyak yang antre. Ternyata, puding caramel ini enak. Satu cup, harganya juga cuma Rp 10 ribu,” ujar Elsa.
Pengunjung lainnya adalah Salsabila. Warga Cikole, Kota Sukabumi, berusia 28 tahun ini, mengaku sengaja datang jauh-jauh ke Cibadak, setelah melihat kuliner itu viral di media sosial. “Saya tahu dari media sosial. Penasaran banget. Apalagi, ada varian green tea. Harganya relatif murah, dan rasanya enak,” kata Salsabila.
Puding caramel ini memiliki tampilan unik dan menggugah selera
Pemilik usaha puding caramel, Sri Mulyani, mengaku tidak menyangka, dagangannya bisa seramai itu. Sri mengatakan, usaha ini sudah berjalan sekitar tiga bulan sebelum Ramadan, dan awalnya hanya dibuat dari rumahnya saja.
Baca juga: Banyak Orang Ingin Cicipi, Ini Foto-Foto Bakso Kepala Sapi Mang Sobur yang Viral di Sukabumi
“Awalnya jualan dari rumah saja, sebelum Ramadan sekitar tiga bulan lalu. Sekali produksi bisa habis sampai 32 loyang. Satu loyang dijual Rp 80 ribu, lalu dipotong-potong jadi cup Rp 10 ribu,” tutur Sri.
Penjual berharap, dagangannya semakin ramai dibeli warga
Ada tiga varian rasa yang disediakan Sri, yakni original, cokelat, dan green tea. Sri berharap, usahanya bisa terus berkembang, dan semakin ramai pembeli. “Harapannya, semoga ke depan semakin ramai, dan usaha ini bisa terus bertahan,” ungkap Sri. (*)
