Arus Sungai Cidadap Gerus Tebing, Sawah-Kebun-Rumah Warga Simpenan Sukabumi Kini Kian Dekat Bibir Sungai

Kamis, 13 Nov 2025 18:58
    Bagikan  
Arus Sungai Cidadap Gerus Tebing, Sawah-Kebun-Rumah Warga Simpenan Sukabumi Kini Kian Dekat Bibir Sungai
Hendi Suhendi

Kondisi rumah warga yang kini kian dekat dengan Sungai Cidadap, Sukabumi

SUKABUMITREN.COM - Derasnya arus Sungai Cidadap selama beberapa hari terakhir dalam pekan ini, telah menciptakan duka bagi warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Hujan deras yang mengguyur wilayah Simpenan sejak akhir pekan lalu, menjadi pemicu utama meluapnya Sungai Cidadap. Seperti terlihat pada Rabu, 12 November 2025, arus sungai yang kuat itu telah menggerus sedikit demi sedikit tepian sungai, sehingga jarak antara pemukiman warga dan aliran sungai kini tinggal sekitar 15 meter saja.

Sejumlah bangunan milik warga pun mulai retak, termasuk fasilitas umum seperti MCK, madrasah, dan majelis taklim, yang berdiri tak jauh dari bibir sungai. Warga kini hidup dalam kecemasan, terutama saat malam tiba, ketika suara gemuruh air sungai terdengar sangat keras.

Baca juga: Terdampak Cuaca Ekstrim, Longsor dan Banjir Dilaporkan Terjadi di Sejumlah Wilayah Sukabumi

“Kami takut kalau hujan datang lagi. Tanahnya terus ambrol. Kami hanya bisa pasrah, dan berharap ada tindakan dari pemerintah,” ujar Enah, ibu rumah tangga, yang rumahnya berjarak tak sampai 20 meter dari bibir sungai.

undefinedundefinedBangunan milik warga mulai retak, termasuk fasilitas umum seperti MCK, madrasah, dan majelis taklim

Arus Sungai Cidadap yang kian hari kian deras itu tak hanya mengikis tebing, namun juga menggenangi sawah dan kebun yang selama ini menjadi sumber kehidupan warga. Japar, warga Kampung Sawah Tengah, Kawungluwuk, Desa Cidadap, mengatakan, hamparan sawah miliknya kini telah berubah menjadi genangan air kecokelatan.

Baca juga: Hilang 5 Hari Akibat Kecelakaan di Perairan Cianjur, Nelayan Ditemukan Meninggal di Sungai Cibuni Sukabumi

“Dulu, di sini, sawah saya lebar, sekitar 20 meter. Sekarang habis, tinggal sungai. Tiap malam, tebingnya makin mendekat,” kata Japar.

undefinedundefinedundefinedArus Sungai Cidadap tak hanya mengikis tebing, namun juga menggenangi sawah dan kebun warga

Tak hanya kehilangan lahan pertanian, warga juga khawatir akan keselamatan anak-anak mereka. Sebagian warga bahkan telah memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat yang lebih aman. Warga berharap, Sungai Cidadap tak lagi menjadi ancaman. Warga juga menginginkan lahan yang dulu hijau kembali aman, dan anak-anak bisa tidur tanpa takut suara deras air sungai pada malam hari. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Gugat PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar, Ahli Waris Labbai Debat dengan Ahli Waris Hj. Raiya Dg. Kanang
Saat Hakordia 2025, Mantan Kapolres Sukabumi Ini Umumkan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Jalan di Gorontalo
Melanglang Jauh dari Bandung ke Palu, STB Sukses Pentaskan “Bung di Banda” dalam FTI 2025
Mantan Kapolres Sukabumi Sidik Kasus PETI di Gorontalo, 3 Tersangka Terancam Penjara 5 Tahun dan Denda 100 M
Ditinjau Kapolda Jabar, Kapolres Sukabumi Kerahkan 974 Personel untuk Amankan Nataru 2025-2026

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Senin, 8-Dec-2025 21:42
Info Lowongan Kerja
Dikunjungi Eltekers Legenda Wisata, Ummul Qur'an Jonggol Sukses Cetak Santri Ahli Agama-Agripreneur Mandiri
Dambakan Dibantu Presiden Melawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Ahli Waris Bawa Foto Labbai ke PN Makassar
Berkat Koleksi Media Lawas, Skripsi-Tesis-Disertasi-Penelitian-Pameran Terbantu Tergarap Tuntas-tas-tas-tas!!!
Surati Presiden dan Didukung GBNN, Ahli Waris Labbai Kian Yakin Lawan PT Bumi Karsa di Lantebung Makassar
Resmikan Mess Griya Adhyaksa di Bekasi, Kajati Jabar Harap Pegawai Kian Profesional demi Nama Baik Institusi
Tanah Dijual H. Raiya Dg. Kanang, Ahli Waris Labbai-PT Bumi Karsa Jadi Seteru di Lantebung Makassar
Dilantik Bupati Sukabumi Menjadi Kades Pawenang, Hilman Nulhakim: “Sekarang Saatnya Menyatukan Kekuatan”
Pulihkan Dampak Bencana 27 Oktober 2025, Menko PM Letakkan Batu Pertama Hunian Relokasi di Cisolok Sukabumi
Ironi di Pamuruyan Sukabumi: Jembatan Lama Diperbaiki, Jembatan Baru Dibiarkan Mangkrak 4 Tahun
Tanah 27 Hektar Ditawar 150 Juta, Ahli Waris Labbai Tolak Uang Damai PT Bumi Karsa saat Mediasi di PN Makassar
“Gebyar Festival Musik” di Tasikmalaya: Ria dari Garut dan Toni Asban asal Yogyakarta Sukses Jadi Juara
Diduga Jual Obat Keras Terbatas Tanpa Izin, Warung di Cicurug Sukabumi Digerebek Polisi dan TNI
Tanah Labbai Beralas Hak SK Redis, Ditimpa SHGB PT Bumi Karsa Kalla Grup di Proyek Jalur KA Lantebung Makassar
As Pully Patah saat Lintasi Jalan Rusak, Truk Tronton Bermuatan Batu Terguling di Cikembar Sukabumi