SUKABUMITREN.COM - Empat pemuda berinisial A, I, RD, dan B, yang masing-masing berusia 18, 16, 17, dan 21 tahun, hingga Minggu, 1 Februari 2026, siang masih menjalani perawatan di RSUD Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Sebelumnya, pada Minggu dini hari, empat pemuda ini diserang sekelompok orang tak dikenal (OTK) yang membawa senjata tajam (sajam) di Kampung Longkrak Batas, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Saat itu, keempat korban tengah dalam perjalanan pulang ke rumahnya masing-masing di Kecamatan Ciambar, Parungkuda, dan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Penyerangan terjadi saat para korban hendak membeli bensin. Di tengah jalan yang minim penerangan, laju sepeda motor korban tiba-tiba dihadang segerombolan OTK.
Baca juga: Dipicu Ulah OTK, Unjuk Rasa Mahasiswa di Gedung DPRD Kota Sukabumi Berujung Ricuh
Tanpa peringatan, serangan langsung dilancarkan. Sajam diayunkan secara membabi buta ke arah para korban. “Tanpa aba-aba, kami diserang. Kami hanya bisa menangkis dengan tangan,” ujar A, salah seorang korban, yang mengalami luka sobek di lengan kanan akibat sabetan sajam. “Jumlahnya banyak. Kejadiannya sangat cepat,” kata I, korban lainnya.
Korban diserang gerombolan OTK yang membawa senjata tajam
Akibat serangan mendadak itu, kondisi di lokasi kejadian sontak kacau. Situasi yang gelap dan penuh kepanikan, membuat para korban tidak dapat mengenali wajah para pelaku. Para korban juga tidak mengetahui secara pasti jumlah penyerangnya.
Dalam kondisi terluka, keempat korban akhirnya berhasil menyelamatkan diri dan mencari pertolongan. Para korban kemudian dilarikan ke RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga kini, petugas Polsek Cibadak, Polres Sukabumi, masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan motif para pelaku. (*)
