SUKABUMITREN.COM - Hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sukabumi pada Minggu, 1 Maret 2026, mengakibatkan longsor dan banjir yang merendam jalan serta pemukiman warga di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Di Kampung Delima, RT 05/RW 06, dan RT 06/RW 06, Kelurahan Cibadak, terjadi longsor di pemukiman warga.
Dinding rumah milik seorang warga jebol dengan ukuran kerusakan mencapai sekitar 3x2 meter. Akses jalan lingkungan di RT 06 juga nyaris terputus, akibat longsoran tanah dengan ketinggian material mencapai sekitar empat meter.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, M. Waldi, mengatakan, pergerakan tanah terjadi saat hujan berada di puncak intensitas. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah ini. Namun, satu keluarga dengan empat jiwa menjadi korban, akibat kerusakan rumah ini. Warga dan petugas bergotong royong membersihkan material longsor, sambil tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
“Berdasarkan laporan dari warga setelah peninjauan lokasi, diketahui bencana terjadi saat hujan deras turun. Tanah di sekitar pemukiman menjadi labil, hingga terjadi longsor. Dinding rumah warga jebol, dan akses jalan lingkungan tertutup material tanah. Namun, Alhamdulillah, tidak ada korban,” ujar Waldi.
“Kami mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Jika hujan kembali turun deras, sebaiknya menjauh sementara dari titik rawan longsor,” kata Waldi.
Banjir dan longsor terjadi pasca turun hujan dengan intensitas tinggi
Di hari yang sama, terjadi pula banjir di Kampung Panagan, RT 03/RW 02, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak. Luapan air sungai menggenangi rumah warga dan satu mushola. Berdasarkan pendataan petugas, sebanyak 20 rumah terdampak banjir, dengan total 25 kepala keluarga (KK) atau 69 jiwa merasakan dampaknya. Namun, tidak ada warga yang mengungsi akibat banjir ini.
Penanganan pasca banjir dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi bersama unsur terkait. Petugas melakukan pembersihan lumpur dan material yang terbawa arus air sejak sore hingga malam hari.
BPBD Kabupaten Sukabumi juga melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cibadak, P2BK Cibadak, Satpol PP, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tagana, serta aparat RT dan RW setempat. Petugas juga mencatat kebutuhan mendesak warga terdampak longsor, berupa terpal dan karung plastik, untuk penanganan darurat di sekitar rumah dan akses jalan.
Petugas bersihkan lumpur dan material yang terbawa air sejak sore hingga malam hari
Baca juga: Terdampak Cuaca Ekstrim, Longsor dan Banjir Dilaporkan Terjadi di Sejumlah Wilayah Sukabumi
“Fokus kami membersihkan lumpur dan sisa material banjir, agar rumah warga bisa segera kembali digunakan. Saat ini, kondisi lokasi sudah relatif bersih,” ujar Waldi. (*)
