Art Jakarta 3-5 Oktober 2025: Saatnya Menikmati “Melukis Suara Alam Pagi Jatiluwih” Karya Putu PW Winata

Jumat, 3 Oct 2025 15:15
    Bagikan  
Art Jakarta 3-5 Oktober 2025: Saatnya Menikmati “Melukis Suara Alam Pagi Jatiluwih” Karya Putu PW Winata
Sam Alatas

Putu PW Winata saat melukis di tengah keindahan alam Jatiluwih, Tabanan, Bali

SUKABUMITREN.COM - Akhir pekan ini, Jumat hingga Minggu, 3-5 Oktober 2025, pecinta seni kembali berkesempatan menikmati dan menyaksikan perhelatan seni tahunan Art Jakarta di JI Expo, Kemayoran, Jakarta. Di ajang bergengsi ini, akan tampil antara lain pelukis Putu PW Winata asal Bali, yang karyanya banyak mengupas tentang alam dan perenungan spiritual.

Kali ini, Putu hadir mempersembahkan rangkaian karya terbaru, yang lahir dari perjalanannya menyelami hamparan terasering di Jatiluwih, Tabanan, Bali. Tidak hanya hadir dalam bentuk lukisan di atas kanvas, Putu juga menyiapkan sebuah video dokumenter berjudul “Melukis Suara Alam Pagi Jatiluwih”.

undefinedPutu juga menyiapkan video dokumenter berjudul “Melukis Suara Alam Pagi Jatiluwih”

Baca juga: Resmikan Jembatan Panel Garuda di Cisolok Sukabumi, Pangdam III/Siliwangi: “Insya Allah Kuat”

Selama dua tahun terakhir ini, menurut Kurator Arif Bagus Prasetyo, Putu, yang seorang pelukis abstrak, memang melakukan studi intensif di Desa Jatiluwih. Selama itu, Putu aktif berdialog dengan Perbekel dan Jro Pekaseh atau Kelian Subak, yang merupakan pemimpin tradisi pengairan warisan leluhur di Jatiluwih. Putu juga aktif menjalin interaksi langsung dengan warga setempat.

Berkat interaksi itu, Putu menemukan beragam sisi kehidupan Jatiluwih: mulai dari 14 prosesi ritual sakral dalam siklus bertanam, hingga dinamika status UNESCO World Heritage yang kini berhadapan dengan tantangan modernitas. Hasil perenungan ini dituangkan Putu dengan jujur dalam puluhan karya lukis

Baca juga: Perempuan Lansia Hidup Bersama Tawon dalam Rumah di Nagrak Sukabumi: “Saya Ingin Dibetulin aja”

Tercatat, Putu telah memamerkan 72 karya kanvas dan 48 karya di kertas daur ulang, dalam pameran di Bali, Yogyakarta, Jakarta, hingga Thailand dan New York. Tidak berhenti sampai di situ, Putu melengkapi karya lukis Jatiluwih dalam medium dua dimensi itu, dengan membuat dokumentasi video yang merekam proses melukis langsung di terasering Jatiluwih, saat matahari terbit.

Karya lintas medium ini kian hidup dengan kolaborasi bersama komposer Ary W. Palawara dari Palawara Music Company, yang menghadirkan lantunan paduan suara magis, sebagai narasi dan pesan yang berpadu secara visual.

undefinedundefinedSelama dua tahun terakhir, Putu melakukan studi intensif di Desa Jatiluwih

Baca juga: Potret Buram Pendidikan di Jampang Tengah Sukabumi: Sekolah tanpa Atap dan Menumpang Sekolah Lain

Bila Putu sedemikian total menghadirkan Jatiluwih dalam karya lukisnya, bisa jadi karena tempatnya dilahirkan adalah di Denpasar, Bali, 27 Februari 1977. Ketertarikan Putu pada seni sudah dimulai sejak usia remaja, yang kemudian terasah melalui pendidikan di Fakultas Seni Rupa, Jurusan Kriya Logam, Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta, pada 1995-1999.

Pada saat yang sama, minat Putu dalam seni lukis juga berkembang melalui Sanggar Dewata. Putu tercatat pernah aktif sebagai pengurus Sanggar Dewata Jogja pada 1997, serta bendahara pusat Sanggar Dewata Bali pada 2008, sambil terus giat berkarya dan berpameran sejak 1996 hingga kini.

Baca juga: 45 OAP Berlatih Bioflok di Pandawa Farm dan Fisheries Subang: “Ilmu di Sini Jadi Bekal Masa Depan”

Kekaguman Putu pada keindahan dan keagungan alam pun banyak tercermin dalam karya-karyanya. Ketekunan, eksperimen, dan eksplorasi panjang membuat karyanya kini semakin otentik, sekaligus memikat untuk dinikmati. Karya-karya Putu itu, sekali lagi, dapat disaksikan para pecinta seni dalam Art Jakarta di JI Expo Kemayoran, Jakarta, pada 3-5 Oktober 2025 ini.

undefinedPelukis Putu PW Winata

Informasi lebih lanjut tentang karya dan aktivitas Putu juga dapat diikuti melalui Instagram @putuwinatafineartstudio dan @winataputu_27, atau dengan mengunjungi situs resmi www.putuwinata.com.

Baca juga: Bermuatan 32 Ton Semen SCG, Truk Tergelincir di Jalan Cibadak-Cikembar Sukabumi

Sukses Bli...!!! (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Matangkan Strategi Pendidikan Komunikasi, ASPIKOM Korwil Jabodetabek Gelar Rakerwil di Bogor
Adu Kuat Surat di PN Makassar Jelang Ramadhan: SK Redis Ahli Waris Labbai vs SHGB PT Bumi Karsa-Kalla Grup
Harga Daging Ayam dan Sapi Naik Tinggi Jelang Ramadhan, Pedagang di Pasar Cibadak Sukabumi Sepi Pembeli

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Sabtu, 14-Feb-2026 19:21
Info Lowongan Kerja
Resmikan Griya Adhyaksa Kejari Indramayu, Kajati Jabar Berharap Kejaksaan Semakin Dipercaya Masyarakat
Sepekan Jelang Ramadhan, Harga Daging Ayam di Cibadak Sukabumi Tembus Rp 48.500, Pembeli: “Kemahalan”
Jabat Dirreskrimsus, Eks Kapolres Sukabumi Pimpin Tim Investigasi Selidiki Penyebab Banjir di Gorontalo
Koordinasi Pelaksanaan Tugas dan Fungsi, Kajati Jabar Tandatangani Perjanjian Kerjasama dengan PT Jasa Marga
Disidik Eks Kapolres Sukabumi, Tersangka Korupsi Jalan di Gorontalo Terancam Hukuman Seumur Hidup

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Senin, 9-Feb-2026 19:04
Info Lowongan Kerja

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Jumat, 6-Feb-2026 19:09
Info Lowongan Kerja
Pasca Putusan Sela PN Makassar, Ahli Waris Labbai Laporkan PT Bumi Karsa-Kalla Grup ke Bareskrim Polri Jakarta

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 3-Feb-2026 17:27
Info Lowongan Kerja
Sambut Ramadhan dan Lebaran, Manzone & Minimal Rilis Sarimbit Raya Bersama Rezky Aditya dan Citra Kirana
Diserang Gerombolan OTK Bersajam di Cibadak Sukabumi, 4 Pemuda Terluka dan Harus Dirawat di RSUD Sekarwangi
Sambut Ramadhan, Perumda Tirta Jaya Mandiri Perluas Jaringan dan Optimalisasi Saluran Air Bersih di Sukabumi

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 27-Jan-2026 16:44
Info Lowongan Kerja

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Sabtu, 24-Jan-2026 23:59
Info Lowongan Kerja
Optimalkan Dana Desa, BUMdes Jayamekar Desa Tenjojaya Sukabumi Launching Budidaya Talas Pratama
Jembatan Leuwidinding Sukabumi Rusak, Warga dan Pelajar Seberangi Sungai Cimandiri dengan Perahu Karet