Santap Hidangan Prasmanan, Warga Kampung Cikiwul Sukabumi: BAB Lebih dari 10 Kali

Rabu, 5 Jun 2024 14:10
    Bagikan  
Santap Hidangan Prasmanan, Warga Kampung Cikiwul Sukabumi: BAB Lebih dari 10 Kali
Istimewa

Warga korban keracunan yang dirawat di RSUD Sekarwangi

SUKABUMITREN.COMIrwan Sawaludin hingga Selasa malam, 4 Juni 2024, masih terbaring lemah di ruang perawatan RSUD Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Wajahnya terlihat pucat. Mengenakan baju kaos berwarna biru, Irwan adalah satu dari 67 warga yang diduga mengalami keracunan makanan, usai menyantap hidangan di acara syukuran seorang warga di Kampung Cikiwul Lebak, RT 01/RW 02, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu, 2 Juni 2024.

Irwan mengaku, acara syukuran itu berlangsung di rumah seorang tetangganya. Saat itu, hidangan yang disantapnya disajikan secara prasmanan. Sepulang dari acara itu, Irwan mengaku biasa-biasa saja. “Baru sorenya, terasa mual-mual dan terus muntah-muntah. (Kepala) pusing juga,” kata Irwan, yang seiring berjalannya waktu juga harus berkali-kali ke kamar mandi untuk buang air besar (BAB).

Baca juga: Diduga Keracunan Hidangan Syukuran, Puluhan Warga Kampung Cikiwul Lebak Sukabumi Dirawat di RSUD Sekarwangi


Irwan Sawaludin, korban keracunan

“Ada mungkin 10 kali (BAB),” ujar Irwan. Karena kondisinya kian memburuk, setelah sempat menjalani perawatan di posko kesehatan yang langsung didirikan pemerintah desa setempat, Irwan pun dirujuk ke RSUD Sekarwangi.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Sekarwangi, dr. Andry Priyana Jaya, mengungkapkan, hingga Selasa malam, 4 Juni 2024, pihaknya telah menerima 47 warga yang diduga mengalami gejala keracunan, seperti pusing, mual, dan muntah-muntah. Mayoritas warga adalah orang dewasa dan juga anak-anak. Di antara warga, ada pula yang mengalami gejala nyeri di bagian perut. Beberapa orang diantara warga bahkan harus diobservasi dan dirawat inap di rumah sakit.


Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Sekarwangi, dr. Andry Priyana Jaya

“Sebagian sudah bisa kita pulangkan, sebagian harus diobservasi dan dirawat (inap). Kita lakukan penanganan, kita berikan cairan, karena rata-rata korban mengalami dehidrasi ringan dan sedang. Kita juga beri obat-obatan untuk lambungnya dan untuk mengurangi rasa mual,” tutur Andry.

Perihal hidangan yang diduga menjadi penyebab keracunan para warga itu, menurut Kepala Desa Sekarwangi, Abeng Baenuri, adalah hidangan olahan, berupa nasi, lauk-pauk, dan juga kue-kue. Seluruh sampel hidangan itu, kini sudah diamankan untuk keperluan pemeriksaan lanjutan oleh petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi dan Polsek Cibadak.

Berdasarkan pendataan, warga yang diduga mengalami gejala keracunan berjumlah 67 orang. “Ada yang ditangani di posko, (ada) sebagian lagi yang harus mendapatkan penanganan lanjutan, dibawa ke rumah sakit,” kata Abeng, saat mendampingi Camat Cibadak, Yadi Mulyadi, di RSUD Sekarwangi.

Kepala Desa Sekarwangi, Abeng Baenuri

Abeng membenarkan, puluhan warganya yang mengalami gejala keracunan itu diduga menyantap hidangan di acara syukuran salah seorang warga, Minggu, 2 Juni 2024.

“Pas hari Senin (3 Juni 2024), juga sudah ada (warga) yang mengalami gejala keracunan, diduga dari makanan di acara itu,” ucap Abeng.

“Kami juga sudah membuka posko. Jadi, warga yang mengalami gejala ringan bisa ditangani dulu di posko, lalu diperiksa apakah perlu ditangani di rumah sakit atau tidak,” kata Abeng. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Foto Pre-Wedding dengan Korban Perempuan, Jaksa Gadungan Ini Ditangkap Tim Pam SDO Kejati Jabar di Bogor
Tertibkan Tambang Ilegal di Gorontalo, Eks Kapolres Sukabumi:  “Ada yang Tidak Ingin Warga Menambang Legal”

Lowongan Kerja

Nasional Senin, 16-Mar-2026 19:14
Lowongan Kerja

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Minggu, 15-Mar-2026 20:12
Info Lowongan Kerja
Tanah SK Redis Labbai Diduduki SHGB PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Kejati Sulsel Selidiki Laporan Atas BPN Makassar
Alih Tanah Labbai ke PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Keponakan Ungkap Siapa Sebenarnya H. Raiya Dg. Kanang
Viral Acungkan Kapak dan Teror Karyawati di Cicurug Sukabumi, Lelaki asal Cisaat Ditangkap Polisi
Dapat Ganti Rugi Tanah Lantebung, Ahli Waris Labbai Kian “Pede” Gugat PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lebaran 2026: Selamat Tinggal Macet Horor Parungkuda-Sukabumi, Tol Bocimi Seksi 3 Siap Dibuka Fungsional
Puding Caramel Viral di Cibadak Sukabumi, Warga Cikole Sampai Jauh-Jauh Datang untuk Mengantre: “Rasanya Enak”
Duduki Tanah Ahli Waris Labbai dengan Modal SHGB, PT Bumi Karsa-Kalla Grup Bawa Bukti Fotokopi ke PN Makassar
Teladan Hukum Ahli Waris Labbai: Raih Ganti Rugi Tanpa Kekerasan, Lawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup di Makassar
Imbauan Polda Gorontalo Jelang Idul Fitri: Hati-Hati Transaksi Emas dari Hasil PETI
Korban PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Uang Ganti Rugi Tanah Ahli Waris Labbai Cair Juga: “Terima Kasih PN Makassar”
Jelang Buka Puasa, Kejari Kabupaten Sukabumi Berikan Takjil ke Pengguna Jalan, Kajari: “Kita Bagi-Bagi Rezeki”
Rugikan Negara Rp 394.861.618, Kades Neglasari Ditahan Kejari Kabupaten Sukabumi: “Ini Kriminalisasi"

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Kamis, 5-Mar-2026 20:23
Info Lowongan Kerja
Gelar Pengobatan Gratis, Kehadiran Bus Kesehatan Keliling PDIP Diapresiasi Kades dan Warga Nagrak Sukabumi

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 3-Mar-2026 22:07
Info Lowongan Kerja
Diduga Dibuang, Bayi Lelaki Masih Hidup Ditemukan dalam Kebun Bambu di Parungkuda Sukabumi