Diantar Berobat, Ibu Ini Meninggal Dunia Dalam Pelukan Anak Lelaki Bungsunya di Lokasi Terapi Cibadak Sukabumi

Sabtu, 27 Dec 2025 11:57
    Bagikan  
Diantar Berobat, Ibu Ini Meninggal Dunia Dalam Pelukan Anak Lelaki Bungsunya di Lokasi Terapi Cibadak Sukabumi
Hendi Suhendi

Jenazah korban saat diperiksa petugas Forkopimcam Cibadak, Kabupaten Sukabumi

SUKABUMITREN.COM - Seorang perempuan berusia 56 tahun berinisial Ibu A pada Jumat, 26 Desember 2025, meninggal dunia di tempat terapi kesehatan “Korea Healthy Life” di Kompleks Pertokoan Kampung Delima, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Saat itu, warga Kampung Pangleseran Jati, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, ini baru saja tiba diantar anak lelaki bungsunya, Muldan, guna menjalani terapi kesehatan untuk pertama kalinya di tempat itu.

Kejadian memilukan pada sekitar pukul 09.30 WIB itu segera mengundang kehadiran petugas Polsek Cibadak, Puskesmas Sekarwangi, hingga relawan Pramuka Peduli, Tagana, dan BPBD. Anggota Koramil Cibadak, Sertu Aprias, mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga masyarakat mengenai adanya pasien yang meninggal dunia di lokasi terapi itu.

Baca juga: Operasi Pencarian Berujung Duka: 2 Pemancing yang Hilang di Pantai Cikeueus Sukabumi Ditemukan Meninggal Dunia

Petugas Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cibadak yang sedang bertugas di Pos Pengamanan (Pos Pam) Natal dan Tahun Baru (Nataru) pun segera meluncur ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diketahui berjenis kelamin perempuan, dan diperkirakan berusia di atas 50 tahun. Korban datang ke tempat terapi itu bersama anak lelaki bungsunya.

”Kami mendapat laporan dari masyarakat, telah terjadi seorang pasien ibu-ibu meninggal dunia di tempat terapi. Kami bersama Forkopimcam mengecek lokasi, dan melaporkan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti,” ujar Aprias.

Baca juga: “Saya Dengar Suara ‘beletuk’ gitu”, Pengendara Sepeda Motor Meninggal Terlindas Truk Boks di Cibadak Sukabumi

”Informasi dari anaknya, ini adalah terapi pertama. Belum sempat ditangani. Pada saat tidur (menunggu terapi), langsung tidak sadarkan diri,” kata Aprias.

undefinedundefinedundefinedKorban meninggal saat hendak menjalani terapi di “Korea Healthy Life”, Cibadak, Sukabumi

Penuturan Aprias dibenarkan Muldan, anak lelaki bungsu korban, yang datang mengantar ibunya itu ke tempat terapi dengan mengendarai sepeda motor. Harapan Muldan saat itu: kaki Sang Ibu tidak bengkak lagi, dan napasnya pun kembali lega.

Baca juga: Hilang 5 Hari Akibat Kecelakaan di Perairan Cianjur, Nelayan Ditemukan Meninggal di Sungai Cibuni Sukabumi

Seingat Muldan, setibanya di depan Stasiun Cibadak, saat hendak melangkah naik menuju ke lantai dua ruang terapi, tubuh ibunya itu sudah tidak lagi mampu menopang beban tubuhnya. Di anak tangga itu pula, sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya, sebuah wasiat lisan diucapkan oleh Sang Ibu.

“Pas mau tidur (berbaring), Beliau minta air. Sambil minta maaf ke saya. Katanya, kalau ada apa-apa, mohon maaf ya. Habis itu langsung seperti orang tidur saja,” tutur Muldan. “Tadi, di rumah, masih sempat sarapan bubur. Masih sehat. Tapi, memang, Mamah mengeluh sedikit pengap (sesak),” kenang Muldan.

undefinedundefinedundefinedJenazah korban dievakuasi ke rumahnya di Kampung Pangleseran Jati, Cikembar, Sukabumi

Baca juga: Diduga Sedang Jalan Pagi, Lelaki 62 Tahun Meninggal Tertabrak Kereta Api di Cicantayan Sukabumi

Hasna, staf di Korea Healthy Life, mengungkapkan, pihaknya belum sempat memberikan tindakan medis atau terapi apa pun, karena korban baru saja tiba. ”Almarhumah baru pertama kali datang. Beliau masih menunggu kartu sesi di bawah. Saat baru akan diarahkan ke lantai dua untuk pendataan riwayat penyakit, kondisinya tiba-tiba memburuk secara mendadak dan tidak tertolong,” urai Hasna.

Seiring meninggalnya korban, suasana Kompleks Pertokoan Kampung Delima yang biasanya bising oleh suara kereta api dari Stasiun Cibadak, pun sontak hening. Jenazah korban kemudian dievakuasi dengan mobil ambulance menuju kediamannya di Kampung Pangleseran Jati, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, untuk dimakamkan. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Jadi Tersangka Pelanggaran Hak Cipta, Konten Kreator asal Gorontalo Terancam 10 Tahun Penjara dan Denda 4 M
Kunjungi Pohuwato, Kapolda Gorontalo Pastikan Penertiban PETI di Seluruh Wilayah Gorontalo
Ganti Rugi Tanah Belum Cair, Ahli Waris Labbai Korban Klaim PT Bumi Karsa-Kalla Grup di Makassar Hidup Getir
Di Tanah Lantebung Makassar: SHM Labbai Tidak Ditemukan, tapi Bisa Ditumpangi SHGB PT Bumi Karsa-Kalla Grup
Ditangkap Polres Sukabumi Kota karena Cabuli Perempuan 15 Tahun, Lelaki asal Cisaat Terancam 15 Tahun Penjara

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Jumat, 9-Jan-2026 18:43
Info Lowongan Kerja

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Kamis, 8-Jan-2026 15:19
Info Lowongan Kerja
Adu Sah Alas Hak Tanah di Lantebung Makassar: Ahli Waris Labbai SK Redis-SHM, PT Bumi Karsa-Kalla Grup SHGB
Tanpa Kekerasan, Ahli Waris Labbai Tuai Keadilan Atas Tanah yang Diklaim PT Bumi Karsa-Kalla Grup di Makassar
Maling Nekat!!! Bobol Warung Ketua RT di Lokasi Ramai Cibadak Sukabumi, Kerugian Capai Rp 1 juta
Saling Klaim Tanah Labbai di Lantebung Makassar, PT Bumi Karsa-Kalla Grup Bersengketa dengan Penjaga Empang
Ironi Hukum di Lantebung Makassar: SHGB PT Bumi Karsa-Kalla Grup Ditumpangkan Atas Tanah SHM Ahli Waris Labbai
Dikirim ke PN Makassar di Hari Ibu, Eksepsi PT Bumi Karsa-Kalla Grup Dinilai Ahli Waris Labbai Sarat Rekayasa

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Kamis, 1-Jan-2026 17:35
Info Lowongan Kerja

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Rabu, 31-Dec-2025 18:05
Info Lowongan Kerja

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 30-Dec-2025 19:39
Info Lowongan Kerja
Dipanggil Kejati Sulsel, Ahli Waris Labbai Ungkap Klaim Janggal PT Bumi Karsa-Kalla Grup Atas Tanah Lantebung

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Minggu, 28-Dec-2025 20:43
Info Lowongan Kerja
Menantang Polisi untuk Menangkapnya, Mantan Kapolres Sukabumi Sukses Meringkus Bos PETI Ini di Manado
Diantar Berobat, Ibu Ini Meninggal Dunia Dalam Pelukan Anak Lelaki Bungsunya di Lokasi Terapi Cibadak Sukabumi