74 Nelayan Terjebak di Dermaga Perairan Tegalbuleud Sukabumi, 71 Selamat, 3 Meninggal Dunia

Jumat, 18 Oct 2024 15:13
    Bagikan  
74 Nelayan Terjebak di Dermaga Perairan Tegalbuleud Sukabumi, 71 Selamat, 3 Meninggal Dunia
Hendi Suhendi

Seorang korban yang ditemukan meninggal dunia

SUKABUMITREN.COM - Dua nelayan bernama Rohmat alias Imat dan Dede Amung pada Jumat, 18 Oktober 2024, pagi, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan sekitar Cianjur. Sebelumnya, kedua nelayan itu dikabarkan hilang, saat terjebak di dermaga bekas pertambangan pasir besi di perairan Desa Bunijaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.

Dalam musibah itu, sebanyak 74 nelayan dilaporkan terjebak sejak Rabu, 16 Oktober 2024, sekitar pukul 06:00 WIB, kala tengah memancing dan mencari ikan di dermaga itu. Para nelayan ini tidak bisa kembali  ke rumahnya, karena jembatan yang menghubungkan dermaga itu dengan daratan terputus diterjang ombak besar.

undefinedundefinedundefinedDermaga putus diterjang ombak

Baca juga: Karyawati Ditemukan Meninggal dalam Parit di Nagrak Sukabumi, Keluarga Makamkan Tanpa Beri Izin Autopsi

Direktur Operasi dan Latihan BASARNAS, Brigjen TNI (Marinir) Edy Prakoso, S.E., M.M., M.Tr., Opsla, menjelaskan di lokasi evakuasi pada Kamis, 17 Oktober 2024, dari 74 nelayan yang terjebak di dermaga itu, 71 nelayan berhasil diselamatkan, dua nelayan hilang, dan satu nelayan lainnya meninggal dunia.

“Hari ini (Kamis, 17 Oktober 2024), tepatnya tadi pukul 16:00, evakuasi korban sudah berhasil terselamatkan. Dari 74 orang, 50 (orang) sudah kita evakuasi melalui jalur udara, yaitu menggunakan heli dari BASARNAS maupun heli dari TNI Angkatan Udara. Kemudian, 21 (orang) melaksanakan evakuasi secara mandiri, sehingga masih ada dua (orang) yang masih dalam pencarian, dan satu (orang) yang sudah dinyatakan meninggal dunia,” tutur Edy.

Baca juga: Berenang Bersama 7 Teman, Pelajar 16 Tahun Meninggal Tenggelam di Sungai Leuwi Catang Sukabumi

Dua nelayan hilang yang disebut Edy itu adalah Rohmat alias Imat dan Dede Amung, yang pada Jumat, 18 Oktober 2024, pagi, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan sekitar Cianjur. Dengan ditemukannya kedua korban, maka korban meninggal dunia dalam musibah ini berjumlah tiga orang.

undefinedundefinedundefinedKorban meninggal dievakuasi petugas BASARNAS

Edy pun mengaku sangat menyesalkan sikap 21 nelayan yang memilih melaksanakan evakuasi secara mandiri, dengan berenang di laut menuju kapal-kapal nelayan yang tengah melintas di sekitar dermaga. Apalagi, saat itu, ombak besar senantiasa menggulung tanpa henti di lokasi.

Baca juga: Kades “Langka” Yudi Setiadi, Rajin Pungut dan Angkut Sampah Warga Desa Balekambang Sukabumi

“Namun demikian, ada yang melaksanakan evakuasi secara mandiri. Tentunya juga, ini sangat kita sayangkan, karena ini juga berdampak resiko, karena mereka melaksanakan mandiri, dengan berenang ke laut menggunakan sarana yang ada, menuju ke kapal nelayan dan dibantu oleh nelayan,” ujar Edy.

 “Tentunya, yang kita ketahui dalam hal ini, cuaca dan ombak yang begitu besar. Makanya, kita mengambil langkah dengan melakukan evakuasi melalui heli,” kata Edy

undefinedundefinedundefinedundefinedundefinedundefinedProses evakuasi dengan helikopter

Baca juga: Telah Inkracht, Barang Bukti 90-an Perkara Pidana Dimusnahkan Kejari Kabupaten Sukabumi

Dijelaskan Edy, proses evakuasi 74 nelayan itu semula menggunakan satu unit helikopter milik BASARNAS dari jenis Dauphine AS-365 N3+. Namun, demi efektivitas waktu, pihak BASARNAS kemudian meminta bantuan ke TNI AU, yang langsung mengirimkan dua unit helikopter dari jenis Caraka dan Super Puma.

“Jadi, pelaksanaan evakuasi ini, awalnya kita menggunakan satu heli. Namun, demi efektivitas waktu evakuasi, sehingga kami juga dibantu oleh TNI Angkatan Udara, (dengan mengirimkan Helikopter) Caraka maupun Super Puma. Sehingga, proses evakuasi bisa berjalan lebih cepat. Alhamdulillah, jam 16:00, semua bisa terevakuasi,” urai Edy.

Baca juga: Jumat Berkah: Meneladani Kapolsek Lengkong Polres Sukabumi, Siap Selalu Bantu Warga yang Butuh Ditolong

Setelah berhasil dievakuasi, 71 nelayan yang selamat itu langsung dibawa ke Markas Satuan Radar 216 TNI AU di Cibalimbing, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, untuk menjalani pemeriksaan medis. Di tempat ini, para nelayan itu diberi makanan dan minuman yang disiapkan petugas Polres Sukabumi.

undefinedundefinedundefinedBantuan Kapolres Sukabumi kepada para korban

Hadir pula di lokasi saat itu, Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si. Dikutip dari akun Instagram @polres.sukabumi_ pada Jumat, 18 Oktober 2024, Samian mengatakan, pemberian bantuan makanan dan minuman ini adalah untuk meringankan beban para korban tersebut.

Baca juga: 5 Tahun Angkut Sampah Dengan 2 Mobil Pribadi, Kades Balekambang Sukabumi Dapat Mobil Angkut Sampah Baru

“Ini adalah bentuk kepedulian dan dukungan kami kepada masyarakat, khususnya yang terkena dampak dari cuaca buruk. Kami berharap, bantuan ini dapat memberikan sedikit kenyamanan, hingga situasi kembali normal,” ungkap Samian.

Samian kemudian juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrim, terutama warga yang kerap beraktivitas di sekitar pantai. Petugas Kepolisian setempat akan terus memantau situasi dan bersiaga, agar bisa selekasnya memberikan bantuan bila diperlukan. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Jaga Kepercayaan Masyarakat kepada Institusi Kejaksaan”

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 23-Jun-2026 18:19
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Metro Bekasi Kota Gelar Lomba Mancing Mania di Kolam Pemancingan Bang Bolon Bekasi Selatan
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Berikan Sumbangsih yang Bermanfaat untuk Masyarakat”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Dilantik Kajati Jabar, Tumpal Eben Ezer Resmi Jabat Kajari Kabupaten Sukabumi
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Raih 2 Gelar Juara 1 di Ajang AAI Award 2026, Kepala Bapenda Sukabumi Apresiasi Seluruh Pegawai yang Sudah Bekerja Keras dalam Pengelolaan Arsip
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Mantan Kapolres Sukabumi: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Bacok 3 Pelajar Hingga Terluka di Nagrak Sukabumi, OTK Diburu Polisi
Lalulintas Tengah Padat Saat Jam Pulang Karyawan Pabrik, Truk Tabrak 1 Sepeda Motor dan 3 Mobil di Cibadak Sukabumi
Dukung Asta Cita Presiden RI, Satlantas Polres Sukabumi Laksanakan Program Optimalisasi Lahan Pertanian bagi Komoditas Jagung
Resmi Jawab Somasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir: “Ahli Waris Labbai Sudah Puluhan Tahun Mencari Keadilan”

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Rabu, 10-Jun-2026 20:46
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 9-Jun-2026 18:55
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Senin, 8-Jun-2026 21:41
Lowongan Kerja
Tanah Diduduki dan Disomasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Jubir Ahli Waris Labbai: “Kita Santai Saja, Tunggu Putusan Pengadilan Negeri Makassar”