SUKABUMITREN.COM - Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Widodo, S.H., M.H., pada Selasa, 10 Februari 2026, resmi menunjuk Dirreskrimsus Polda Gorontalo, Kombes Pol. Dr. Maruly Pardede, S.H., S.I.K., M.H., untuk memimpin Tim Investigasi Gabungan, guna menyelidiki penyebab banjir yang melanda Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Maruly adalah alumnus Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, tahun 2002, yang antara lain pernah bertugas sebagai Kapolres Sukabumi pada 6 Januari 2023 - 28 Desember 2023.
Widodo memastikan, penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri dugaan keterkaitan aktivitas pertambangan dengan bencana hidrometeorologi itu. “Kami membentuk Tim Investigasi Bersama, yang dipimpin oleh Dirreskrimsus Polda Gorontalo, KBP Dr. Maruly Pardede, S.H., S.I.K., M.H., untuk melakukan penyelidikan secara komprehensif, terkait dugaan penyebab banjir di Kabupaten Pohuwato, termasuk aktivitas pertambangan di wilayah Pani Gold Project dan sepanjang Sungai Taluduyunu,” kata Widodo.
Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Widodo, S.H., M.H.
Baca juga: Disidik Eks Kapolres Sukabumi, Tersangka Korupsi Jalan di Gorontalo Terancam Hukuman Seumur Hidup
Penyelidikan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Ditreskrimsus Polda Gorontalo, dan berlangsung pada 28 hingga 29 Januari 2026. Tim Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Gorontalo bersama sejumlah instansi teknis turun langsung ke lokasi tambang, serta meninjau permukiman warga yang terdampak banjir.
Pada hari pertama, petugas melakukan observasi di area Pani Gold Project (PGP), yang dioperasikan oleh tiga perusahaan, yakni PT PETS, PT PBT, dan PT GSM. Tim memeriksa sejumlah titik vital pertambangan, termasuk lokasi peledakan material, area pembuangan batuan sisa, serta pembangunan infrastruktur pengendali limpasan air.
Beberapa fasilitas yang menjadi perhatian, antara lain, sediment pond dan sediment trap, yang berfungsi menahan dan memperlambat aliran air, waste dump untuk menampung material non-ekonomis, serta pengaman lereng guna mencegah erosi dan longsor di kawasan tambang.


Tim Investigasi Gabungan menyelidiki penyebab banjir di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo
Keesokan harinya, tim bergerak menuju rumah warga terdampak banjir menggunakan sepeda motor, sebelum menyusuri aliran Sungai Taluduyunu. Dalam penelusuran ini, petugas menemukan adanya aktivitas pertambangan masyarakat di sejumlah titik daerah aliran sungai, tanpa fasilitas pengendali risiko bencana.
Baca juga: Kunjungi Pohuwato, Kapolda Gorontalo Pastikan Penertiban PETI di Seluruh Wilayah Gorontalo
Tiga lokasi utama turut diperiksa, yakni pertemuan tiga anak Sungai Ilota yang menjadi titik pembangunan sediment pond, bagian hilir yang bersumber dari area waste dump, serta kawasan Puncak Baganite yang merupakan lokasi peledakan tambang.
“Dari hasil penyelidikan sementara, kegiatan Pani Gold Project telah dilengkapi perizinan berusaha, dokumen AMDAL, serta fasilitas pencegahan banjir. Kami juga belum menemukan unsur kesengajaan maupun kelalaian perusahaan yang menyebabkan kerusakan lingkungan,” ujar Widodo.

Petugas juga bergerak ke rumah warga terdampak banjir
Widodo menegaskan, proses pendalaman masih terus berjalan. Polisi juga memberi perhatian khusus terhadap aktivitas tambang masyarakat, yang dinilai belum memiliki sistem mitigasi memadai. Secara hukum, penyidik belum menemukan unsur pidana, sebagaimana diatur dalam Undang Undang tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, serta Undang Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
“Penyelidikan akan terus kami lakukan. Apabila ditemukan fakta baru atau pelanggaran, tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Widodo.

Polisi memberi perhatian khusus terhadap aktivitas tambang masyarakat yang belum memiliki sistem mitigasi memadai
Langkah investigasi ini diharapkan mampu memberikan kepastian kepada publik terkait penyebab banjir, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas pertambangan, agar bencana serupa tidak terulang kembali. (*)
