Yang Saat Ini Makin Tak Diingat: Bis Surat

Kamis, 26 Sep 2024 12:49
    Bagikan  
Yang Saat Ini Makin Tak Diingat: Bis Surat
Agus Wahyudi

Bis Surat yang tampak teronggok di tempat sepi

SUKABUMITREN.COM - Generasi kelahiran sebelum tahun ‘80-’90-an dijamin punya banyak kenangan manis kepada kotak warna orange ini, yang kala itu tertebar berdiri di banyak sudut kota besar Tanah Air, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lainnya.

Nama kotak ini tenar betul saat itu, yakni Bis Surat. Disebut begitu sebagai hasil terjemahan dari Bahasa Belanda, yaitu Brievenbus, fungsi kotak ini adalah sebagai tempat untuk mengirimkan surat, yang sudah diberi alamat tujuan jelas, plus prangko yang cukup.

Baca juga: Diserang Saat Cegah Tawuran Remaja, Petugas Polsek Cireunghas Sukabumi Terluka di Punggung dan Pinggang

Surat-surat yang terkumpul dalam kotak ini, kemudian dikumpulkan secara reguler oleh petugas kantor pos, guna selanjutnya diberi stempel di atas prangko yang tertempel di bagian atas surat yang hendak dikirimkan.

undefinedBis Surat, yang pernah tenar di masanya

Walau proses kerja Bis Surat ini terkesan sangat lelet atau lambat bagi kaum milenial kekinian, namun kala itu jangan pernah ragukan manfaat penting Bis Surat. Berkat Bis Surat, orang tak perlu lagi datang ke kantor pos untuk mengirimkan suratnya. Tidak perlu pula mengantri lama-lama di kantor pos.

Baca juga: Serang 3 Polisi yang Hendak Cegah Aksi Tawuran, 11 Remaja Ditangkap Polres Sukabumi Kota

Cukup tempelkan prangko di amplop surat yang hendak dikirimkan, dan kemudian memasukkannya ke dalam Bis Surat, maka urusan surat-menyurat langsung beres saat itu juga. Selanjutnya, tinggal duduk manis di rumah atau kantor, menanti kabar diterimanya surat itu.

Pengalaman Agus Wahyudi, kawan dekat Penulis, yang juga mantan karyawan PT Pos Indonesia, petugas kantor pos rutin mengambil surat-surat di Bis Surat sebanyak 2-3 kali dalam sehari, dan kemudian mengurusnya hingga surat sampai ke tangan penerima.

undefinedPenulis (kiri) bersama rekan, Eko Endri Wiyono

Baca juga: Diduga Lecehkan Cucu Tiri Setiap Hari, Lelaki 56 Tahun Diamankan Unit PPA Polres Sukabumi Kota

Mulanya, tampilan Bis Surat tidaklah berwarna orange, melainkan abu-abu kehitaman. Seluruh bahannya terbuat dari besi, dengan tulisan Brievenbus pada salah satu sisinya. Warna ini identik dengan Bis Surat peninggalan zaman kolonial Belanda.

Sedangkan Bis Surat berwarna orange, yang akhirnya amat-sangat ternama itu, dibuat pada masa setelahnya. Warna khas milik instansi PT Pos Indonesia ini, mengingatkan pada “rumah burung”, yang disangga tiang besi di keempat sudutnya.

undefinedundefinedBis Surat dengan warna khas PT Pos Indonesia

Baca juga: Tol Bocimi Kembali Dibuka, Kapolres Sukabumi Traktir Jajan Warga

“Rumah Burung” ini pula yang pada hampir setiap pekan di era tahun ‘80-’90-an, senantiasa disambangi Penulis, untuk memasukkan surat-surat yang hendak Penulis kirimkan. Saat itu, Penulis masih duduk di bangku SMP dan SMA.

Mayoritas surat yang ketika itu Penulis kirimkan beralamat tujuan ke kedutaan besar dan kantor perwakilan negara sahabat di Jakarta. Isi surat adalah permintaan dikirimi buku atau bahan bacaan tentang profil negara-negara itu.

Baca juga: Ditunda Sejak Selasa Pagi, Tol Bocimi Akhirnya Resmi Dibuka Kembali Pukul 17:55 WIB

Tak hanya surat, penulis juga rajin mengirimkan kartu pos ke beberapa radio kesayangan, yang berfungsi sebagai kartu atensi pilihan pendengar.

undefinedPenulis di depan Bis Surat

Sesekali, penulis juga memanfaatkan Bis Surat sebagai sarana untuk mengirimkan jawaban Teka-Teki Silang (TTS) dan kuis berhadiah, yang terdapat di surat kabar dan majalah. Juga berkirim amplop undian sayembara berhadiah dari produk kopi, mie instan, atau batu baterai.

Baca juga: Jelang Pembukaan Kembali Tol Bocimi, Sat Lantas Polres Sukabumi Siagakan Personil di Titik Strategis

Lewat Bis Surat pula, Penulis kala itu rutin mengirimkan kartu ucapan Selamat Hari Raya. Pada saat-saat seperti itu, Penulis mendengar, kantor pos dan semua petugas pengantar surat harus bekerja keras, agar kartu ucapan bisa sampai ke alamat tujuan, sebelum Hari Raya tiba.

undefinedundefinedBis Surat di Kantor Pos

Pendek kata, walau peran dan eksistensinya kini telah redup, jangan pernah lupakan jasa Bis Surat. Jangan pernah lupakan pula peranan kantor pos dan para petugasnya, yang kini seolah “tenggelam” oleh moncernya beragam perusahaan jasa pengiriman swasta.

Baca juga: Batal Dibuka Selasa Pagi, Tol Bocimi Dipastikan Sudah Siap Dilintasi Lagi

Betapa pun, Bis Surat telah berjasa selama puluhan tahun bagi rakyat Indonesia. Berkat Bis Surat, warga bisa dengan mudah berkomunikasi dan menjalin silaturahmi kepada orangtua, keluarga, saudara, sahabat, dan juga kekasih di kota lain, di luar pulau, atau bahkan di seberang lautan mancanegara.

Zaman-lah, beserta kemajuan teknologinya, yang membuat Bis Surat harus berhenti. Kata warga Sunda mah, “waktosna seep”, yang artinya: “waktunya (Bis Surat) telah habis”. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Jaga Kepercayaan Masyarakat kepada Institusi Kejaksaan”

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 23-Jun-2026 18:19
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Metro Bekasi Kota Gelar Lomba Mancing Mania di Kolam Pemancingan Bang Bolon Bekasi Selatan
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Berikan Sumbangsih yang Bermanfaat untuk Masyarakat”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Dilantik Kajati Jabar, Tumpal Eben Ezer Resmi Jabat Kajari Kabupaten Sukabumi
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Raih 2 Gelar Juara 1 di Ajang AAI Award 2026, Kepala Bapenda Sukabumi Apresiasi Seluruh Pegawai yang Sudah Bekerja Keras dalam Pengelolaan Arsip
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Mantan Kapolres Sukabumi: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Bacok 3 Pelajar Hingga Terluka di Nagrak Sukabumi, OTK Diburu Polisi
Lalulintas Tengah Padat Saat Jam Pulang Karyawan Pabrik, Truk Tabrak 1 Sepeda Motor dan 3 Mobil di Cibadak Sukabumi
Dukung Asta Cita Presiden RI, Satlantas Polres Sukabumi Laksanakan Program Optimalisasi Lahan Pertanian bagi Komoditas Jagung
Resmi Jawab Somasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir: “Ahli Waris Labbai Sudah Puluhan Tahun Mencari Keadilan”

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Rabu, 10-Jun-2026 20:46
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 9-Jun-2026 18:55
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Senin, 8-Jun-2026 21:41
Lowongan Kerja
Tanah Diduduki dan Disomasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Jubir Ahli Waris Labbai: “Kita Santai Saja, Tunggu Putusan Pengadilan Negeri Makassar”