Jembatan Gantung Belum Selesai Diperbaiki, Warga 2 Kecamatan di Sukabumi Manfaatkan Jembatan Bambu Diikat Tali

Jumat, 30 Aug 2024 20:47
    Bagikan  
Jembatan Gantung Belum Selesai Diperbaiki, Warga 2 Kecamatan di Sukabumi Manfaatkan Jembatan Bambu Diikat Tali
Hendi Suhendi

Jembatan bambu darurat di Sungai Cikaso, Kabupaten Sukabumi

SUKABUMITREN.COM - Jembatan gantung di Sungai Cikaso, penghubung Kecamatan Lengkong dan Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, yang terputus sejak 29 Juni 2024, hingga kini belum juga selesai diperbaiki.

Ketika dilihat kondisinya pada Jumat, 30 Agustus 2024, terlihat di ujung jembatan gantung itu sebuah spanduk pengumuman bertuliskan: “Jembatan ini dalam proses perencanaan dan akan segera diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi”.

undefinedundefined

Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi Dana BOP dan BOSP Rp 1.060.450.000, Kepsek PKBM Perintis Ditahan Kejari Sukabumi

Akibat belum selesainya proses perbaikan atas jembatan gantung itu, maka warga Kecamatan Lengkong dan Jampangtengah kini terpaksa menyeberangi Sungai Cikaso melalui sebuah jembatan bambu darurat, yang diikat tali seadanya.

Sejatinya, jembatan bambu yang kabarnya sudah ada sejak tahun 2004 ini, hanyalah diperuntukkan bagi pejalan kaki. Namun, warga yang mengendarai sepeda motor pun kini kerap berlalu-lalang melintasi jembatan bambu itu, karena bisa memotong waktu tempuh dibanding harus memutar melalui jalan lain.

Baca juga: Sambut Hari Polwan ke-76, Kapolres Sukabumi Kota Gelar Bakti Religi di Masjid, Vihara, dan Gereja

“Selisihnya bisa sampai satu jam,” ujar Asep Suryana, warga Kecamatan Lengkong, yang sehari-hari bekerja sebagai guru SMK Master Teknologi di Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah.

undefinedundefinedundefined

Pengakuan serupa juga diutarakan Ani. Setiap hari, ibu rumah tangga yang tinggal di Kampung Bantar Panjang, Desa Bantar Panjang, Kecamatan Jampangtengah, ini harus mengantarkan anaknya ke Sekolah Madrasah Ibtidaiyah di Kampung Bantarsari, Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong.

Baca juga: Apel Pagi Sat Lantas Polres Sukabumi, Kapolres Beri Penghargaan Kepada 4 Anggota Berprestasi

“Kalau lewat jembatan (bambu) ini, paling lama 10 menit dari rumah sudah bisa sampai ke sekolah anak saya. Tapi, kalau memutar lewat jalan biasa, waktunya bisa sampai satu jam, karena jarak tempuhnya jadi nambah sekitar enam kilometer,” tutur Ani.

undefinedundefined

Saat ditemui di ujung jembatan bambu itu, Ani terlihat duduk bersama anaknya di atas sepeda motor. Ia mengaku menunggu orang yang mau membantunya menyeberangkan sepeda motornya melalui jembatan bambu itu.

Baca juga: Diduga Dibacok Sesama Pelajar, Seorang Pelajar Kelas 9 SMPN 1 Cicurug Sukabumi Meninggal Dunia

“Takut kalau nyebrang sendiri. Anak saya kan masih kecil, baru Kelas 1 di Madrasah Ibtidaiyah. Khawatir jatuh (ke Sungai Cikaso) aja kalau naik motor sendiri lewat jembatan (bambu itu),” kata Ani.

Baik Ani maupun Asep pun sama-sama berharap, agar jembatan gantung yang putus dan kini ditutup itu bisa selekasnya diselesaikan perbaikannya. “Ya, tolong cepet diperbaiki aja,” ucap Ani. “Anggarannya kan sudah ada. Jadi, semoga saja bisa segera selesai diperbaiki,” ujar Asep.

undefinedundefinedAni (atas) dan Asep Suryana

Baca juga: Temui Korban Kebakaran di Desa Jayanti Sukabumi, Kapolsek Palabuhanratu Berikan Bantuan Sosial

Mengingat sebentar lagi September, bulan yang diyakini kerap mengawali datangnya musim hujan, maka perbaikan atas jembatan gantung itu tidak bisa ditunda-tunda lagi penyelesaiannya.  

Sebab, melintasi jembatan bambu darurat itu pada musim hujan jelas berisiko tinggi, karena kondisinya dipastikan sangat licin, dan di bawah jembatan mengalir deras air Sungai Cikaso. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Derita Labbai Serupa Tjoddo: Tanah Hak Milik di Makassar “Dikalahkan” SHGB Perusahaan Besar

Lowongan Kerja

Nasional Senin, 16-Mar-2026 19:14
Lowongan Kerja

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Minggu, 15-Mar-2026 20:12
Info Lowongan Kerja
Tanah SK Redis Labbai Diduduki SHGB PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Kejati Sulsel Selidiki Laporan Atas BPN Makassar
Alih Tanah Labbai ke PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Keponakan Ungkap Siapa Sebenarnya H. Raiya Dg. Kanang
Viral Acungkan Kapak dan Teror Karyawati di Cicurug Sukabumi, Lelaki asal Cisaat Ditangkap Polisi
Dapat Ganti Rugi Tanah Lantebung, Ahli Waris Labbai Kian “Pede” Gugat PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lebaran 2026: Selamat Tinggal Macet Horor Parungkuda-Sukabumi, Tol Bocimi Seksi 3 Siap Dibuka Fungsional
Puding Caramel Viral di Cibadak Sukabumi, Warga Cikole Sampai Jauh-Jauh Datang untuk Mengantre: “Rasanya Enak”
Duduki Tanah Ahli Waris Labbai dengan Modal SHGB, PT Bumi Karsa-Kalla Grup Bawa Bukti Fotokopi ke PN Makassar
Teladan Hukum Ahli Waris Labbai: Raih Ganti Rugi Tanpa Kekerasan, Lawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup di Makassar
Imbauan Polda Gorontalo Jelang Idul Fitri: Hati-Hati Transaksi Emas dari Hasil PETI
Korban PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Uang Ganti Rugi Tanah Ahli Waris Labbai Cair Juga: “Terima Kasih PN Makassar”
Jelang Buka Puasa, Kejari Kabupaten Sukabumi Berikan Takjil ke Pengguna Jalan, Kajari: “Kita Bagi-Bagi Rezeki”
Rugikan Negara Rp 394.861.618, Kades Neglasari Ditahan Kejari Kabupaten Sukabumi: “Ini Kriminalisasi"

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Kamis, 5-Mar-2026 20:23
Info Lowongan Kerja
Gelar Pengobatan Gratis, Kehadiran Bus Kesehatan Keliling PDIP Diapresiasi Kades dan Warga Nagrak Sukabumi

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 3-Mar-2026 22:07
Info Lowongan Kerja
Diduga Dibuang, Bayi Lelaki Masih Hidup Ditemukan dalam Kebun Bambu di Parungkuda Sukabumi
Diguyur Hujan Intensitas Tinggi, Longsor dan Banjir Rendam Jalan dan Rumah Warga di Cibadak Sukabumi