Melanglang Jauh dari Bandung ke Palu, STB Sukses Pentaskan “Bung di Banda” dalam FTI 2025

Rabu, 10 Dec 2025 19:15
    Bagikan  
Melanglang Jauh dari Bandung ke Palu, STB Sukses Pentaskan “Bung di Banda” dalam FTI 2025
Dok. Studiklub Teater Bandung

Poster pentas “Bung di Banda” oleh STB di Gedung Kesenian Kota Palu

SUKABUMITREN.COM - Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah, pada Sabtu hingga Senin, 6-8 Desember 2025, menjadi tuan rumah ajang tahunan bertajuk Festival Teater Indonesia (FTI) 2025. Dihelat di Gedung Kesenian Kota Palu, Jalan Tombolotutu, FTI 2025 ini menjadi titik temu kedua penyelenggaraan FTI, yang sedari awal diniatkan sebagai perayaan tahunan dunia teater Tanah Air.

Pembukaan festival ini dihadiri oleh Sekretaris Kota Palu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Palu, para kurator, serta insan seni pertunjukan dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Usia 67 Pentaskan “Musyawarah Burung”, STB Unjuk Diri dan Eksistensi Karya tanpa Ujung

FTI ini terlaksana berkat kerjasama Titimangsa dan Penastri (Perkumpulan Nasional Teater Indonesia), serta didukung oleh Direktorat Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI. Mengusung tema “Sirkulasi Ilusi”, festival kali ini menyoroti silang batas antara realitas dan representasi dalam kehidupan kontemporer, sebuah gagasan yang membuka ruang dialog kreatif bagi para pelaku teater.

Baca juga: Jumat-Sabtu Ini di Rumentang Siang Bandung: STB Rayakan HUT ke-67 dengan Pentaskan Lakon “Musyawarah Burung”

Di festival ini, berlangsung perjumpaan gagasan, kenangan, dan pencarian artistik, saat teater dari berbagai penjuru negeri berkumpul, guna membuka ruang bagi karya-karya yang menguji batas realitas dan ilusi, sekaligus menghadirkan kembali fragmen-fragmen sejarah yang mungkin terlewat dalam ingatan kolektif anak bangsa.

FTI pun menegaskan dirinya sebagai ruang pertemuan, pertukaran, dan ekspresi bagi ekosistem teater Indonesia, dengan menghadirkan pertunjukan-pertunjukan adaptasi karya sastra Indonesia sebagai poros artistik utama. Tahun ini, selain pertunjukan teater, rangkaian kegiatan FTI mencakup Teras FTI, diskusi, lokakarya, dan jelajah panggung, yang memungkinkan terjadinya dialog antara penonton, kreator, dan kurator.

Baca juga: Tandai Eksistensi 3 Dekade, LPB akan Pentaskan "Koplak-Koplak" di Rumentang Siang Bandung 23 November 2025

Khusus pertunjukan, FTI menghadirkan lima kelompok teater dari berbagai wilayah Indonesia, yakni:

~ Insomnia Theater Movement (Lombok Barat, NTB)

~ Komunitas Sakatoya (DI Yogyakarta)

~ Lentera Silolangi (Palu, Sulawesi Tengah)

~ Studiklub Teater Bandung / STB (Bandung, Jawa Barat)

~ Tilik Sarira Creative Process (Sukoharjo, Jawa Tengah).

undefinedundefinedPentas “Bung di Banda” oleh STB paling dinanti dalam FTI 2025

Salah satu penampilan yang paling dinanti dalam FTI 2025 ini adalah karya terbaru Studiklub Teater Bandung (STB) berjudul “Bung di Banda: Pengasingan dan Cinta”, pada Senin, 8 Desember 2025, pukul 20.00 WIB, di Gedung Kesenian Kota Palu.

Baca juga: Yusef Muldiyana: Cinta Panggung Berkat Pekerja Kebun, Bersama LPB Tempuh Jalan Kesenimanan Tak Berkesudahan

Naskah karya ini ditulis mendiang Gunawan Maryanto, hasil adaptasi panggung dari novel  “Bung” karya Sergius Susanto. Disutradarai Ria Ellysa Mifelsa, pementasan ini menggabungkan pendekatan artistik intim dengan kekuatan dramatik sejarah. STB membawa kembali salah satu episode penting, namun jarang dipentaskan dari sejarah pergerakan Indonesia, yaitu pengasingan politik salah seorang Bapak Bangsa bernama Sutan Sjahrir di Banda Neira, Maluku, pada 1936.

Dalam pementasan ini, sosok Sutan Sjahrir diperankan oleh Indrasitas. Sementara Mohammad Hatta oleh Kemal Ferdiansyah, dr. Tjipto Mangoenkoesoemo oleh Deden Syarif, Iwa Koesoemasoemantri oleh Andi Piteuk, Danu Kuraisin oleh Yati SA, Maria Duchâteau oleh Diana Ganda, dan Des Alwi oleh Rai Rafki.

Baca juga: Temu Tamu Coffee di Pagaden Subang: Cita Rasa Hidangan dan Suasananya Mengundang Pengunjung Kembali Datang

Di balik panggung, pementasan ini ditopang tim kuat, yang terdiri dari Diana Ganda (Pimpinan Produksi), IGN Arya Sanjaya (Penata Artistik), Yati SA (Penata Kostum), serta Aji Sangiaji (Multimedia dan Pencahayaan).

undefinedundefinedNaskah ditulis mendiang Gunawan Maryanto, hasil adaptasi novel  “Bung” karya Sergius Susanto

“Bung di Banda” mengangkat pergulatan batin empat tokoh pergerakan: Sjahrir, Hatta, Tjipto, dan Iwa, yang dibuang Pemerintah Kolonial Belanda ke Banda Neira pada 1936. Di tengah keterasingan, tumbuh persahabatan dan percakapan panjang tentang masa depan bangsa, sekaligus kesunyian yang menuntut keteguhan jiwa.

Baca juga: Hadir di “Milestone 215 Tahun Kota Bandung”, Media Lawas Tampilkan Berita Kota Bandung dari Masa ke Masa

Drama ini juga menyoroti kisah cinta tak lazim antara Sutan Sjahrir dan Maria Duchâteau, seorang perempuan Belanda, yang mencintainya dalam senyap, sementara hubungan mereka terjepit oleh batas-batas kolonial dan ketidakpastian zaman.

Ketika Jepang memasuki Ambon pada 1942, Sjahrir dan Hatta kembali ke Jawa, meninggalkan Banda dan Des Alwi, bocah yang kelak menjadi saksi berbagai babak sejarah.

undefinedundefined“Bung di Banda” mengangkat kisah empat tokoh pergerakan yang dibuang ke Banda Neira pada 1936

Baca juga: Tutup Rangkaian Kegiatan “Nusantara Bicara”, 200-an Siswa SD Ikuti “Lomba Mewarnai Pertamina Enduro” di Medan

Melalui “Bung di Banda”, STB tak hanya menghadirkan drama sejarah, namun juga membuka pintu bagi publik untuk menengok kembali kesunyian para pendiri bangsa. Kesunyian yang membentuk keteguhan mereka dalam menyusun masa depan Indonesia.

STB juga mengajak penonton merenungkan, bagaimana pengasingan membentuk manusia, memperkuat karakter dan tekad, serta memunculkan kesepian dan kerentanan yang kerap tak tercatat dalam buku sejarah. Pentas “Bung di Banda” ini pun menjadi salah satu penampilan yang memperkaya FTI 2025, dan menghidupkan kembali ingatan kolektif tentang babak-babak senyap dalam perjalanan bangsa.

Baca juga: 45 OAP Berlatih Bioflok di Pandawa Farm dan Fisheries Subang: “Ilmu di Sini Jadi Bekal Masa Depan”

Ketika tirai Festival Teater Indonesia 2025 perlahan tertutup di Palu, yang tersisa bukan hanya tepuk tangan, melainkan juga ajakan untuk terus merawat ingatan, dialog, dan imajinasi yang membuat teater tetap menjadi ruang paling jujur bagi manusia untuk membaca dirinya sendiri.

undefinedundefined“Bung di Banda” hidupkan kembali ingatan tentang babak senyap perjalanan bangsa

Tak sia-sia STB melanglang jauh dari Bandung untuk pentas di Palu. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Jaga Kepercayaan Masyarakat kepada Institusi Kejaksaan”

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 23-Jun-2026 18:19
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Metro Bekasi Kota Gelar Lomba Mancing Mania di Kolam Pemancingan Bang Bolon Bekasi Selatan
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Berikan Sumbangsih yang Bermanfaat untuk Masyarakat”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Dilantik Kajati Jabar, Tumpal Eben Ezer Resmi Jabat Kajari Kabupaten Sukabumi
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Raih 2 Gelar Juara 1 di Ajang AAI Award 2026, Kepala Bapenda Sukabumi Apresiasi Seluruh Pegawai yang Sudah Bekerja Keras dalam Pengelolaan Arsip
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Mantan Kapolres Sukabumi: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Bacok 3 Pelajar Hingga Terluka di Nagrak Sukabumi, OTK Diburu Polisi
Lalulintas Tengah Padat Saat Jam Pulang Karyawan Pabrik, Truk Tabrak 1 Sepeda Motor dan 3 Mobil di Cibadak Sukabumi
Dukung Asta Cita Presiden RI, Satlantas Polres Sukabumi Laksanakan Program Optimalisasi Lahan Pertanian bagi Komoditas Jagung
Resmi Jawab Somasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir: “Ahli Waris Labbai Sudah Puluhan Tahun Mencari Keadilan”

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Rabu, 10-Jun-2026 20:46
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 9-Jun-2026 18:55
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Senin, 8-Jun-2026 21:41
Lowongan Kerja
Tanah Diduduki dan Disomasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Jubir Ahli Waris Labbai: “Kita Santai Saja, Tunggu Putusan Pengadilan Negeri Makassar”