Dirawat 5 Hari di RS Pelni, Pengemudi Ojol Korban Rusuh di Jakarta Akhirnya Pulang ke Sukabumi

Selasa, 2 Sep 2025 20:02
    Bagikan  
Dirawat 5 Hari di RS Pelni, Pengemudi Ojol Korban Rusuh di Jakarta Akhirnya Pulang ke Sukabumi
Hendi Suhendi

Umar (ke-4 dari kanan) setiba kembali di rumah keluarganya di Sukabumi

SUKABUMITREN.COM - Setelah lima hari dirawat di Rumah Sakit (RS) Pelni, Petamburan, Jakarta Barat, sejak Kamis, 28 Agustus 2025, Umar Amarudin pada Senin, 1 September 2025, sekitar pukul 18:00 WIB, tiba kembali di kediaman keluarganya di Kampung Sukamukti, RT 001/RW 001, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Umar adalah pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban unjuk rasa ricuh di Jakarta, Kamis, 28 Agustus 2025.

Kedatangan Umar disambut dengan penuh haru oleh keluarganya dan warga Kampung Sukamukti. Hadir pula menyambut kepulangan Umar: Bupati Sukabumi, Asep Japar; Kapolres Sukabumi, AKBP Samian; serta Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi, Letkol. Kav. Andi Ardana Valeriandra.

Baca juga: Dipicu Ulah OTK, Unjuk Rasa Mahasiswa di Gedung DPRD Kota Sukabumi Berujung Ricuh

Asep Japar mengaku bersyukur atas kepulangan Umar. Sosok yang akrab disapa Asjap ini berharap, agar semua pihak mengambil hikmah dari peristiwa itu. “Alhamdulillah, hari ini (Senin, 1 September 2025), Pak Umar bisa pulang dari rumah sakit, dan kondisinya Alhamdulillah membaik,” kata Asjap.

“Nanti, tanggal 9 (September 2025), ada berobat, kontrol, tapi ke Rumah Sakit Pelni. Tadinya, saya siap untuk (membantu berobat jalan) ke Rumah Sakit Sekarwangi (Cibadak, Sukabumi). Tapi, mungkin, untuk pertama (harus ke RS Pelni dulu). Ya, kita ambil hikmahnya saja,” ujar Asjap.

undefinedundefinedundefinedBupati Sukabumi, Kapolres Sukabumi, dan Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi ikut sambut kepulangan Umar

Baca juga: Demo Mahasiswa di DPRD Kota Sukabumi Berujung Ricuh Senin Sore, Berikut Foto-fotonya

Umar sendiri belum sepenuhnya pulih. Lelaki kelahiran Sukabumi, 19 Juni 1995, ini lebih banyak berbaring di tempat tidur, ditemani anggota keluarganya. Kakaknya, Syarifudin, kemudian mewakili Umar memberi penjelasan seputar peristiwa yang dialami anak ke-9 dari 11 bersaudara itu.

“Waktu kejadian utama kan, posisi dia itu lagi nurunin penumpang. Udah itu, dia nyimpen motor di masjid. Langsung motornya digembok, dia Sholat Maghrib. Udah Sholat Maghrib, terus dia keluar. Pas keluar, ada keramaian di depan. Nah, dia ngikut ke situ. Bukan ngikut mau demo, tapi dia ngikut mau nonton sama ibu-ibu. Di situ kan banyak ibu-ibu. Nah, setelah itu, kata Brimob itu, ‘Awas, lu jangan divideoin, bubar, bubar.’ Nah, habis itu, tiba-tiba dari belakang, Umar itu ditangkep, terus dipukuli sama enam orang,” tutur Syarifudin.

Baca juga: 3 Tahun Hidup tanpa Listrik di Kawasan Wisata Tenjojaya Sukabumi, Pasutri Misjo-Teti: “Pengin sih Punya Lampu”

Udah dipukuli sama enam orang, dia kan lari ke jalur busway. Nah, udah itu, dikejar sama aparat. Udah dikejar, dipukuli lagi. Setelah itu, Umar itu diseret. Kan posisi di situ udah pingsan, udah nggak sadarkan diri. Diseret sama dua orang, lalu dilempar,” urai Syarifudin.

Nah, ketika diseret itu, ada salah satu anggota yang membawa kayu. Lalu, dia dipukulin. Yang luka di bagian tulang rusuk. Itu tulang rusuknya patah. Terus, yang luka di bagian sikut sebelah kanan, terus di kepala. Nah, di kepala ini kan pada besar-besar benjolannya. Itu bekas injakan sepatu. Mukanya juga item, ada oli, dan ada aspal gitu,” ungkap Syarifudin.

undefinedundefinedundefinedKondisi Umar belum sepenuhnya pulih dan masih harus berobat jalan

Baca juga: Jenguk Umar Amarudin di RS Pelni Jakarta, Bupati Sukabumi: “Saya Bantu Biayanya”

Berkat pertolongan seorang sopir mobil ambulance, Umar terselamatkan. Awalnya, Umar dibawa ke RS Sumber Waras, kemudian ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dan terakhir ke RS Pelni. “Nah, setelah itu, dievakuasi oleh driver ambulance. Dibawa ke Rumah Sakit Sumber Waras, ditolak. Terus, dibawa lagi ke Rumah Sakit RSCM, ditolak. Terakhir, dibawa ke Rumah Sakit Pelni. Nah, di situ, masuk rumah sakit, lalu ditangani,” ujar Syarifudin.

Nah, setelah itu, udah ditangani, udah masuk kamar. Nah, kita dari situ lega juga. Melihat posisi korban baik-baik saja, walaupun itu luka berat. Untuk ke depannya, mungkin diperlukan untuk berobat jalan. Dirawat lima hari, dari Hari Kamis sampai Senin. Akan berobat jalan pada tanggal 9 (September 2025), ke (RS) Pelni lagi,” kata Syarifudin.

Baca juga: Kakak Terlindas Rantis Brimob Polri, Adik Kembar di Sukabumi, “Mudah-mudahan Mendapatkan Keadilanlah”

“Barang yang hilang itu cuman HP. Handphone hilang. Motornya kan posisi aman di masjid. Ada anak-anak ojol juga yang ngamanin. Motor masih aman,” ucap Syarifudin, yang kemudian menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dan perhatian semua pihak bagi adiknya itu.

undefinedundefinedundefinedSyarifudin (kiri), kakak kandung Umar

“Yang terakhir, ucapan kami, terima kasih kepada Bapak Bupati (Sukabumi), yang telah menyediakan fasilitas untuk kepulangannya Umar sampai ke rumah. Terus, terima kasih juga untuk warga Cikidang, warga Sukabumi, seluruhnya pokoknya, kami mengucapkan banyak terima kasih,” tutur Syarifudin. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Jaga Kepercayaan Masyarakat kepada Institusi Kejaksaan”

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 23-Jun-2026 18:19
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Metro Bekasi Kota Gelar Lomba Mancing Mania di Kolam Pemancingan Bang Bolon Bekasi Selatan
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Berikan Sumbangsih yang Bermanfaat untuk Masyarakat”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Dilantik Kajati Jabar, Tumpal Eben Ezer Resmi Jabat Kajari Kabupaten Sukabumi
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Raih 2 Gelar Juara 1 di Ajang AAI Award 2026, Kepala Bapenda Sukabumi Apresiasi Seluruh Pegawai yang Sudah Bekerja Keras dalam Pengelolaan Arsip
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Mantan Kapolres Sukabumi: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Bacok 3 Pelajar Hingga Terluka di Nagrak Sukabumi, OTK Diburu Polisi
Lalulintas Tengah Padat Saat Jam Pulang Karyawan Pabrik, Truk Tabrak 1 Sepeda Motor dan 3 Mobil di Cibadak Sukabumi
Dukung Asta Cita Presiden RI, Satlantas Polres Sukabumi Laksanakan Program Optimalisasi Lahan Pertanian bagi Komoditas Jagung
Resmi Jawab Somasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir: “Ahli Waris Labbai Sudah Puluhan Tahun Mencari Keadilan”

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Rabu, 10-Jun-2026 20:46
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 9-Jun-2026 18:55
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Senin, 8-Jun-2026 21:41
Lowongan Kerja
Tanah Diduduki dan Disomasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Jubir Ahli Waris Labbai: “Kita Santai Saja, Tunggu Putusan Pengadilan Negeri Makassar”