Agustus 1962 di Jakarta: Kala “Rakjat Ibukota Menjambut Perhiasan Baru jang Mempertjantik Kotanja”

Jumat, 9 Aug 2024 19:39
    Bagikan  
Agustus 1962 di Jakarta: Kala “Rakjat Ibukota Menjambut Perhiasan Baru jang Mempertjantik Kotanja”
Kin Sanubary

Cover depan Mingguan Djaja, terbitan Nomor 29 tanggal 11 Agustus 1962

SUKABUMITREN.COM - Agustus adalah Bulan Kemerdekaan. Situasi itu pula yang tergambar dengan jelas pada 62 tahun silam di Jakarta, sebagaimana diwartakan oleh Mingguan djadoel "Djaja", terbitan Nomor 29, tanggal 11 Agustus 1962.

Saat itu, cover depan mingguan tersebut adalah foto karya seorang fotografer bernama Tan Hong Gie. Penjelasan atas cover foto itu ditulis pula di Mingguan Djaja.

Baca juga: Sensasi Dalam Seduhan Teh: Beda Nama, Beda Pula Rasa dan Aromanya

GAMBAR SAMPUL MINGGU INI

DEPAN: Pantjuran air jang baru sadja diresmikan dipersimpangan Djl. Merdeka Barat/Selatan – Dj. Thamrin – Budi Kemuliaan. Kolam bundar itu bergaris tengah 45 m dan berisi 1000 m3 air. Pantjaran utama dikelilingi oleh 17 pantjaran jang ketjil2. Air jang dipantjarkan dengan tenaga pompa diisap lagi oleh pipa2 dan dipantjarkan kembali. Dilatar belakang nampak Tugu Nasional jang sedang giat dibangun, sebuah djalan lurus dari persimpangan tersebut diatas nampak membudjur ke arah tugu.

undefined

undefinedKolam air mancur dengan latar belakang Tugu Nasional yang saat itu sedang dibangun

Ketika itu, tepatnya pada 1 Agustus 1962, sebuah kolam indah dengan air mancur di tengahnya memang baru saja diresmikan, guna menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-17. Kolam dengan air mancur itu terletak di persimpangan Jalan Merdeka Barat, Jalan Merdeka Selatan, Jalan M.H. Thamrin, dan Jalan Budi Kemuliaan.

Baca juga: Resep Dian Kustiadi bagi Warga Papua, Diolah Rasa Teh Nata Jadi Hidangan Berselera: Ikan Nila Bumbu Kuning

Dikutip dari halaman dalam Mingguan Djaja, seiring dengan peresmian itu, sebuah kunci secara simbolis diserahkan oleh Presiden Direktur PT Tehnik Umum, selaku pelaksana pembuatan kolam air mancur itu, kepada Gubernur KDIJ (kini DKI Jakarta), Soemarno.

Penyerahan kunci itu merupakan tanda selesainya pembangunan kolam air mancur tersebut. Peresmian kolam air mancur ini dilakukan oleh Wakil Gubernur KDIJ, Henk Ngantung.

Baca juga: Masa Jaya Dongeng Sunda di Radio: Mendengarkan Tisna Suntara dan Andi R Djauhari di “Sempal Guyon Parahyangan"

“Suatu tombol ditekan oleh Ibu Soemarno dan menjemburlah air setinggi lebih dari 10 meter diiringi oleh bunji napas tertahan dari publik yang sedjenak kemudian meletus mendjadi sorak sorai yang gegap gempita,” demikian ditulis Mingguan Djaja, menggambarkan suasana peresmian air mancur tersebut, saat itu.

Di warta yang sama, tertulis pula sedikit “kekurangan” dari air mancur ini pada hari peresmiannya itu. “Airmantjur utama seharusnya memantjar setinggi 17 meter tetapi karena tekanan masih kurang, waktu pembukaan tinggi itu belum tertjapai.”

undefined

Baca juga: Sekilas Mengenai Jahe: Disukai Kong Hu Tju Hingga Penikmat Wedang Ronde

Kendati demikian, keindahan kolam air mancur itu sontak mengundang puja-puji. Mingguan Djaja menulis, “Pantjaran itu dikelilingi oleh 17 lainnja yang ketjil2 merupakan suatu lingkaran. Pantjaran air ini pada waktu malam diterangi oleh lampu2 beranekawarna jang dapat diatur. Warna-warni indah jang dipantulkan titik2 air jang berhamburan memberikan effek jang mengagumkan.”

Bagi masyarakat Ibu Kota saat itu, kehadiran kolam air mancur ini disambut dengan sangat antusias. Apalagi, seiring dengan peresmiannya itu, digelar pula kegiatan pasar malam di sekitar kolam air mancur ini. Alhasil, suasana yang tercipta saat itu benar-benar meriah, sebagaimana ditulis Mingguan Djaja, “Rakjat berkerumun disekitar kolam jang bergaristengah 45 meter itu sampai djauh malam untuk menikmati hiburan jang belum pernah ada sebelumnja. Suasana pasar malam jang riang berlangsung sampai malam. Orangtua2 membawa anak-nja, pemuda2 membawa patjarnja, tak ketinggalan pedagang2 makanan dan minuman, pendjadja2 barang permainan dengan balon2 karet ikut meriakan suasana, diselingi oleh tiupan trompet2an kertas jang baru dibeli oleh para adik.”

undefined

Baca juga: Menembus Waktu 62 Tahun Lalu: Praktek Membuat “Manisan Djahe” ala Mangle Oleh Teh Nata

Saat ini, kolam air mancur itu telah berubah wujud menjadi kolam dengan patung Arjuna Wijaya di tengahnya. Tugu Nasional yang kala itu tengah giat dibangun, sebagaimana ditulis Mingguan Djaja untuk menjelaskan cover depan fotonya, sekarang juga telah megah berdiri dengan nama Monumen Nasional, atau Monas.

Namun demikian, keindahan masa silam kolam air mancur itu tetap terkenang abadi, seperti tertulis di alinea penutup dari warta di Mingguan Djaja, “Demikianlah sepintas lalu rakjat Ibukota menjambut perhiasan baru jang mempertjantik kotanja.” (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Derita Labbai Serupa Tjoddo: Tanah Hak Milik di Makassar “Dikalahkan” SHGB Perusahaan Besar

Lowongan Kerja

Nasional Senin, 16-Mar-2026 19:14
Lowongan Kerja

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Minggu, 15-Mar-2026 20:12
Info Lowongan Kerja
Tanah SK Redis Labbai Diduduki SHGB PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Kejati Sulsel Selidiki Laporan Atas BPN Makassar
Alih Tanah Labbai ke PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Keponakan Ungkap Siapa Sebenarnya H. Raiya Dg. Kanang
Viral Acungkan Kapak dan Teror Karyawati di Cicurug Sukabumi, Lelaki asal Cisaat Ditangkap Polisi
Dapat Ganti Rugi Tanah Lantebung, Ahli Waris Labbai Kian “Pede” Gugat PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lebaran 2026: Selamat Tinggal Macet Horor Parungkuda-Sukabumi, Tol Bocimi Seksi 3 Siap Dibuka Fungsional
Puding Caramel Viral di Cibadak Sukabumi, Warga Cikole Sampai Jauh-Jauh Datang untuk Mengantre: “Rasanya Enak”
Duduki Tanah Ahli Waris Labbai dengan Modal SHGB, PT Bumi Karsa-Kalla Grup Bawa Bukti Fotokopi ke PN Makassar
Teladan Hukum Ahli Waris Labbai: Raih Ganti Rugi Tanpa Kekerasan, Lawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup di Makassar
Imbauan Polda Gorontalo Jelang Idul Fitri: Hati-Hati Transaksi Emas dari Hasil PETI
Korban PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Uang Ganti Rugi Tanah Ahli Waris Labbai Cair Juga: “Terima Kasih PN Makassar”
Jelang Buka Puasa, Kejari Kabupaten Sukabumi Berikan Takjil ke Pengguna Jalan, Kajari: “Kita Bagi-Bagi Rezeki”
Rugikan Negara Rp 394.861.618, Kades Neglasari Ditahan Kejari Kabupaten Sukabumi: “Ini Kriminalisasi"

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Kamis, 5-Mar-2026 20:23
Info Lowongan Kerja
Gelar Pengobatan Gratis, Kehadiran Bus Kesehatan Keliling PDIP Diapresiasi Kades dan Warga Nagrak Sukabumi

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 3-Mar-2026 22:07
Info Lowongan Kerja
Diduga Dibuang, Bayi Lelaki Masih Hidup Ditemukan dalam Kebun Bambu di Parungkuda Sukabumi
Diguyur Hujan Intensitas Tinggi, Longsor dan Banjir Rendam Jalan dan Rumah Warga di Cibadak Sukabumi