Terdampak Proyek Tol Bocimi, 534 Makam Warga Dipindahkan di Desa Balekambang Sukabumi

Senin, 7 Jul 2025 18:55
    Bagikan  
Terdampak Proyek Tol Bocimi, 534 Makam Warga Dipindahkan di Desa Balekambang Sukabumi
Hendi Suhendi

Pemindahan makam warga di Desa Balekambang, Kabupaten Sukabumi

SUKABUMITREN.COM - Mulai Selasa, 1 Juli 2025, hingga 10 hari ke depan, sebanyak 534 makam warga harus dipindahkan dari empat lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Mayoritas makam dipindahkan ke TPU Pasir Kuil di Desa Balekambang, dan sejumlah makam lainnya dipindahkan keluarga serta ahli waris ke Cianjur, Bandung, dan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Ketua Panitia Pemindahan Makam, Dadi Rusnadi, pada Minggu, 6 Juli 2925, mengatakan, pemindahan makam warga itu akibat terdampak proyek pembangunan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3. Jumlah makam yang harus dipindah mencapai 534, dan tersebar di empat TPU di Desa Balekambang.

undefinedundefinedundefinedSebanyak 534 makam harus dipindahkan

Baca juga: Info Lowongan Kerja Update Ke 163

“Pertama, ya karena terdampak jalan tol. Dengan proses (negosiasi) satu tahun, Alhamdulillah, di akhir Bulan Juni ada keputusan dari pihak Waskita ke pihak PPK (Pejabat Pengelola Keuangan). Kami, selaku panitia, dipanggil oleh PPK untuk pencairan,” ujar Dadi.

“Alhamdulillah, untuk pencairan, dengan jumlah makam yang dipindah itu 534, dibagi empat titik. Titik pertama, posisinya sebelah kanan. Titik kedua di Leuwipeti. Titik ketiga yang di Nagahilir. Yang keempat yang urugan itu,” kata Dadi.

Baca juga: Dicari Polisi: Lelaki Misterius yang Nyaris Bakar Sepeda Motor dan Tinggalkan 2 Hari di Cibadak Sukabumi

“Tapi, yang urugan itu cadangan buat yang 99. Jadi, tanah yang di atas, nanti, Insya Allah, akhir Juli akan kami pindahkan juga,” ucap Dadi.

undefinedundefinedMakam yang dipindahkan terdampak proyek pembangunan Tol Bocimi

Dadi mengungkapkan, proses pemindahan makam berlangsung mulus, kendati sempat mengundang pro-kontra di kalangan warga. “Sebagian ada yang merasa terima kasih kepada panitia, karena diperhatikan kan. Nah, sebagian (lainnya), namanya manusia kan, ada pro dan kontra, tapi ujung-ujungnya bersedia dipindah, tapi rapih lagi,” urai Dadi.

Baca juga: Sambut 10 Muharam 1447 H, ASN-UPTD-KUA Kecamatan Cibadak Santuni 35 Anak Yatim

“Insya Allah, dengan kesepakatan warga begitu, nggak ada masalah. Kalau ahli waris minta dipindah ke (TPU) Pasir Kuil, kami pindah. Terus, ada yang dibawa ke tanah pribadinya, ya kami kasih. Tentunya diperhatikan, bahkan dijajap, dianter, pakai ambulance langsung, (seperti) yang kejadian hari ini (Minggu, 6 Juli 2025), ke Cicurug, Pak Kades (Balekambang) langsung turun tangan,” tutur Dadi.

“Kami ditarget sama orang PPK, 10 hari (harus selesai pemindahan makam). Maksimal, 15 hari selesai,” tegas Dadi.

undefinedDadi Rusnadi, Ketua Panitia Pemindahan Makam

Baca juga: Demi Perkedel Enak-Garing-Juicy, Kintan Jauh-Jauh Datang dari Bogor ke Warung Nasi di Cibadak Sukabumi ini

Saat ini, proyek pembangunan Tol Bocimi Seksi 3 Cibadak-Cisaat Sukabumi sepanjang 20,15 kilometer masih terus dikerjakan. Jalan tol ini ditargetkan rampung pada akhir 2025, guna memperlancar akses dari Bogor ke Sukabumi bagian selatan. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Pulihkan Dampak Bencana 27 Oktober 2025, Menko PM Letakkan Batu Pertama Hunian Relokasi di Cisolok Sukabumi
Pulihkan Dampak Bencana 27 Oktober 2025, Menko PM Letakkan Batu Pertama Hunian Relokasi di Cisolok Sukabumi
Ironi di Pamuruyan Sukabumi: Jembatan Lama Diperbaiki, Jembatan Baru Dibiarkan Mangkrak 4 Tahun
Tanah 27 Hektar Ditawar 150 Juta, Ahli Waris Labbai Tolak Uang Damai PT Bumi Karsa saat Mediasi di PN Makassar
“Gebyar Festival Musik” di Tasikmalaya: Ria dari Garut dan Toni Asban asal Yogyakarta Sukses Jadi Juara
Diduga Jual Obat Keras Terbatas Tanpa Izin, Warung di Cicurug Sukabumi Digerebek Polisi dan TNI
Tanah Labbai Beralas Hak SK Redis, Ditimpa SHGB PT Bumi Karsa Kalla Grup di Proyek Jalur KA Lantebung Makassar
As Pully Patah saat Lintasi Jalan Rusak, Truk Tronton Bermuatan Batu Terguling di Cikembar Sukabumi
Tawarkan Uang Damai 150 Juta, PT Bumi Karsa Beli Tanah di Lantebung Makassar dari Orang Sudah Meninggal Dunia
3 Hari, Murid TK Ignatius Slamet Riyadi Gatsu Bandung Berlatih Tanam Bayam, Mengenal Hewan, dan Ecoprint
150 M Ditawar 150 Juta, Ahli Waris Labbai Tuding PT Bumi Karsa Anggap Remeh Pemilik Tanah Lantebung Makassar
Operasi Pencarian Berujung Duka: 2 Pemancing yang Hilang di Pantai Cikeueus Sukabumi Ditemukan Meninggal Dunia
Resmikan Kampung Ikan Damandiri di Tanjungwangi Subang, Kang Akur: “Jadi Edu-Wisata Belajar Teknologi Bioflok"
Didampingi KNPI dan Komunitas Rumah Literasi Merah Putih, Korban Pelecehan Oknum Guru Lapor ke Polres Sukabumi
“Langsung clep, nggak Mau Berhenti”, Truk Pengangkut Batubara Terguling di Parit Jalan Perintis 99 Sukabumi
Tandai Eksistensi 3 Dekade, LPB akan Pentaskan "Koplak-Koplak" di Rumentang Siang Bandung 23  November 2025
Yusef Muldiyana: Cinta Panggung Berkat Pekerja Kebun, Bersama LPB Tempuh Jalan Kesenimanan Tak Berkesudahan
Sabtu Kreatif di TK-SD Ignatius Slamet Riyadi Gatsu Bandung: Murid Berlatih Olah Jelantah Jadi Sabun dan Lilin
Hidupkan Sepeda Motor Dalam Kamar saat Cuaca Mendung, Rumah di Kabandungan Sukabumi Dimangsa Api
Jabat Dirreskrimsus, Mantan Kapolres Sukabumi Ini Bongkar Kasus Transfer Fiktif di Bank BRI Wonosari Gorontalo