Kesan Pertama Perempuan Indonesia di Australia Saat Lihat Daging Kanguru: “Kapan2 Saja deh Cobanya”

Sabtu, 8 Jun 2024 10:40
    Bagikan  
Kesan Pertama Perempuan Indonesia di Australia Saat Lihat Daging Kanguru: “Kapan2 Saja deh Cobanya”
facebook: Turluki Taningdyah

Berbagai produk olahan daging kanguru

SUKABUMITREN.COM - Seorang perempuan Indonesia, yang kini bermukim di Australia, menuliskan kesan menarik di akun FB-nya, @Turluki Taningdyah, perihal perjumpaan pertamanya dengan daging kanguru. Mantan wartawati di sejumlah media ternama di Jakarta, yang bersuamikan seorang lelaki Australia ini, menulis begini:

“Daging Kanguru
Beragam Daging kanguru dijual di banyak supermarket di Australia. Ada steak kanguru, sosis, Daging cincang dan banyak lagi.
Ini saya baru survey aja, lihat2 tapi belum beli.
Rasanya belum tega untuk masak daging kanguru, karena ingat kanguru binatang yang lucu. Tapi banyak teman suami yang saya bilang, daging kanguru itu enak banget. 
Beda dengan daging merah lain. Terutama daging steak kanguru. Ah kapan2 saja deh cobanya."

Baca juga: Akhir Pekan di Pantai Citepus Palabuhanratu: Menikmati Debur Ombak dan Ikan Layur Bakar Pak Aji


Menilik tulisan di akun FB itu, terkesan benar: pengalaman pertama tak selalu mudah. Tidak gampang bagi Luki, demikian panggilan akrab perempuan Indonesia itu, untuk menyantap daging kanguru. 

Wajar memang, jika Luki belum merasa siap menyantap daging satwa asli Benua Australia itu. Sebab, dikutip dari Wikipedia, Sabtu, 8 Juni 2024, berdasarkan survei pada 2008 juga terbukti, bahwa hanya 14.5 persen warga Australia yang memakan daging kanguru, setidaknya empat kali dalam satu tahun.

Bagi penikmatnya di Australia, daging ini umumnya tersedia dalam bentuk fillet, bistik, daging cincang, dan sosis. Banyak pula restoran di Australia yang kini menyajikan daging kanguru.


Walau tak banyak peminatnya di Australia, daging yang didapatkan dari berbagai spesies kanguru di Australia itu, telah diekspor ke lebih dari 55 negara di dunia. Pasar utama ekspor daging kanguru adalah Jerman dan Prancis. Daging ini juga dijual di Inggris.

Bisa dimengerti, bila tidak banyak warga Australia yang menyantap daging kanguru, berdasarkan hasil survei tahun 2008 itu. Salah satu penyebabnya, mungkin, adalah, karena daging ini selain dikonsumsi manusia, juga dijadikan makanan hewan peliharaan. 

Jauh sebelumnya, daging kanguru sesungguhnya juga sudah merupakan sumber protein utama bagi Suku Aborigin di Australia, karena diketahui memiliki kandungan protein tinggi dan lemak yang rendah.

Kandungan “asam linoneat terkonjugasi” dari daging kanguru juga cenderung tinggi. Manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dari daging ini, antara lain, anti karsinogenik, anti diabetes, dan mencegah obesitas.

Kanguru menjadi legal dikonsumsi di Australia Selatan sejak 1980. Sementara, di negara bagian lain di Australia baru dilegalisasi pada 1993.

Saat ini, peternakan kanguru juga telah ada di Australia, dan diyakini lebih ramah lingkungan dibandingkan peternakan sapi, serta lebih tahan terhadap kekeringan.

Namun, secara ekonomi, peternakan kanguru kurang diminati, karena biaya awal yang tinggi, dan tidak mampu bersaing dengan harga daging kanguru hasil buruan. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Berikan Sumbangsih yang Bermanfaat untuk Masyarakat”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Dilantik Kajati Jabar, Tumpal Eben Ezer Resmi Jabat Kajari Kabupaten Sukabumi
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Raih 2 Gelar Juara 1 di Ajang AAI Award 2026, Kepala Bapenda Sukabumi Apresiasi Seluruh Pegawai yang Sudah Bekerja Keras dalam Pengelolaan Arsip
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Mantan Kapolres Sukabumi: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Bacok 3 Pelajar Hingga Terluka di Nagrak Sukabumi, OTK Diburu Polisi
Lalulintas Tengah Padat Saat Jam Pulang Karyawan Pabrik, Truk Tabrak 1 Sepeda Motor dan 3 Mobil di Cibadak Sukabumi
Dukung Asta Cita Presiden RI, Satlantas Polres Sukabumi Laksanakan Program Optimalisasi Lahan Pertanian bagi Komoditas Jagung
Resmi Jawab Somasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir: “Ahli Waris Labbai Sudah Puluhan Tahun Mencari Keadilan”

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Rabu, 10-Jun-2026 20:46
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 9-Jun-2026 18:55
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Senin, 8-Jun-2026 21:41
Lowongan Kerja
Tanah Diduduki dan Disomasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Jubir Ahli Waris Labbai: “Kita Santai Saja, Tunggu Putusan Pengadilan Negeri Makassar”
Disomasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar karena Timbun dan Bersih-Bersih Tanah Milik Sendiri, Jubir Ahli Waris Labbai: “Salah Alamat”
Tumbuhkan Asa pada Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus Indonesia 2026 di Hall Dewan Pers Jakarta

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Kamis, 4-Jun-2026 19:04
Lowongan Kerja
Gugat PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Kesimpulan Kuasa Hukum Ahli Waris Labbai: “Alas Hak Tergugat CACAT HUKUM dan TIDAK MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM”
Selamat dan Sukses Selalu: Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si.