SUKABUMITREN.COM - RSUD Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu, 6 Mei 2026, menggelar lomba tari cuci tangan, bertepatan dengan peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia (World Hand Hygiene Day) 2026. Lomba ini dibuka langsung oleh istri Bupati Sukabumi, Hj. Rina Rosmaniar Japar, serta diikuti para tenaga kesehatan (nakes) dari berbagai unit fasilitas kesehatan (faskes) di Kabupaten Sukabumi.
Dalam lomba ini, ada momen menarik saat salah satu peserta secara spontan membawa hand sanitizer ke atas panggung, dan mempraktikkan langsung cara mencuci tangan di tengah koreografi tariannya. Hj. Rina Rosmaniar Japar, memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas para nakes dalam menyosialisasikan pentingnya kebersihan tangan ini.
Baca juga: FDBS-XXII 2024 Teater Sunda Kiwari: demi Seni Drama Bahasa Sunda Tetap Lestari
”Cara edukasi seperti ini sangat efektif. Pesannya sampai, tapi suasananya tetap menyenangkan. Kesehatan memang harus dimulai dari tangan yang bersih,” ujar Hj. Rina.
Lomba digelar di RSUD Sekarwangi, memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia 2026
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, menilai, antusiasme peserta dalam mengikuti acara ini sangat luar biasa. Tercatat, peserta terjauh datang dari ujung selatan Kabupaten Sukabumi, yakni Puskesmas Kalibunder, serta ada pula partisipasi dari pihak swasta, yakni RS Hermina, Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Baca juga: Jumat dan Sabtu ini, Datang dan Saksikan “Nyungsi Rinéka Karya Sastra Sunda” di Unpad Bandung
”Kehadiran rekan-rekan dari Puskesmas Kalibunder dan RS Hermina Sukaraja menunjukkan komitmen bersama, bahwa standar keselamatan pasien dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) adalah tanggung jawab seluruh faskes di Kabupaten Sukabumi, tanpa terkecuali,” kata Masykur.
Peserta lomba datang dari berbagai unit faskes di Kabupaten Sukabumi
Direktur RSUD Sekarwangi, dr. H. Asep Suherman, M.Kes., mengungkapkan, penggunaan media tari ini semata dimaksudkan, agar enam langkah cuci tangan standar WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) lebih mudah diingat oleh masyarakat dan internal nakes. ”Kami ingin budaya cuci tangan ini menjadi gaya hidup. Tadi, kita lihat ada peserta yang langsung membawa hand sanitizer. Itu menunjukkan kesiapsiagaan nakes kita dalam menjaga higienitas di mana pun berada,” tutur dr. Asep.
Baca juga: Mang Jaya, Pelestari "Dongeng Sunda" Selama Ratusan Purnama Hingga Usia Senja
Seorang nakes dari RSUD Sekarwangi mengaku bangga bisa terlibat dalam kegiatan ini. ”Kami ingin menunjukkan, bahwa nakes tidak hanya kaku di pelayanan, tapi juga bisa kreatif mengedukasi pasien. Kebersihan tangan adalah kunci utama patient safety,” ucap nakes itu.
Lewat lomba ini, enam langkah cuci tangan standar WHO mudah diingat masyarakat dan nakes
Acara ditutup dengan peragaan cuci tangan massal yang dipimpin Hj. Rina Rosmaniar Japar, bersama jajaran manajemen RSUD Sekarwangi dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. (*)
