Kasus Penemuan Tengkorak di Sukabumi: Identitas Masih Gelap, Ada Uang Kertas di Celana

Selasa, 25 Jun 2024 17:13
    Bagikan  
Kasus Penemuan Tengkorak di Sukabumi: Identitas Masih Gelap, Ada Uang Kertas di Celana
Istimewa

Lokasi penemuan tengkorak manusia di Kampung Cioray, Sukabumi

SUKABUMITREN.COM - Identitas tengkorak manusia yang ditemukan di kebun kosong di Kampung Cioray, Desa Bojongharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, hingga Selasa, 25 Juni 2024, masih gelap. Menilik pakaian yang dikenakannya, korban adalah perempuan, sebagaimana diungkapkan pada Senin, 24 Juni 2024, oleh Sekdes Bojongharja, Taufik Hidayat.

“Kalau dilihat di pakaian, sepertinya jenis kelamin perempuan,” kata Taufik, yang mengaku juga telah mencoba mencari informasi terkait status atau identitas korban kepada warga setempat. Namun, menurut Taufik, tidak ada warga yang mengaku mengenali atau melaporkan kehilangan keluarganya.

Baca juga: Tengkorak Manusia Ditemukan di Kampung Cioray Sukabumi, Diduga Berjenis Kelamin Perempuan




"Nggak ada (warga yang mengaku kenal). Saya nanya ke warga di sekitar situ, enggak ada (juga) yang kehilangan (keluarganya). Usianya (korban) dewasa. Kalau dari pakaiannya, itu pakaian training,” ujar Taufik.

Seorang warga bernama Ibeng memberikan keterangan lebih lengkap perihal busana yang dikenakan korban. Ibeng mengatakan, ketika ditemukan, tengkorak itu mengenakan pakaian lengkap, namun tanpa celana dalam. Menurut Ibeng, tengkorak itu memakai celana berwarna pink, kaus belang biru dan putih, serta bra berwarna putih kecoklatan.

“Posisi tengkorak bagian bawah masih di dalam celana. Kemudian pakaian ada di dekat tulang belulang bagian atas. Tengkoraknya lengkap, hanya memang terpisah,” ungkap Ibeng.

Ibeng menduga, posisi tulang yang terpisah ini kemungkinan disebabkan oleh banyaknya hewan liar seperti biawak di lokasi penemuan tengkorak itu. Tulang belulang itu diduga dibawa oleh hewan liar tersebut.

"Banyak hewan liar (di lokasi). Yang bisa mengakses ke lokasi ini biasanya warga yang mencari rumput pakan ternak. Kalau ada orang asing masuk ke sini, pasti warga di sini juga tahu. Selama ini, setahu saya, tidak (ada warga) melihat orang asing di sekitar sini,” tutur Ibeng.

Ibeng mengungkapkan juga, di saku celana tengkorak itu ditemukan sejumlah uang tunai kertas, dengan pecahan paling besar senilai Rp 50 ribu, dan paling kecil Rp 2 ribu.

“Mata uang kertas pecahan Rp 50 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu, dan Rp 2 ribu, masing-masing satu lembar. Posisinya tergulung, di dalam saku celana. Kalau dilihat dari pakaian, celana training, dan bra itu sepertinya perempuan. Soalnya ada rambut panjang juga ditemukan,” jelas Ibeng.

“Selama ini, tidak tercium bau bangkai. Padahal, dekat ya, sekitar 70 meteran ke perumahan tempat saya tinggal. Ke bagian barat itu ada rumah warga juga. Hanya, area ini memang susah buat diakses, karena banyaknya semak-semak,” ujar Ibeng.

Tengkorak itu ditemukan pada Minggu, 23 Juni 2024, sore, sekitar pukul 15:00 WIB, oleh warga yang tengah ngarit di lokasi tersebut. Karena takut, warga ini baru mengabarkan temuan itu kepada Ketua RT dan RW setempat pada Senin, 24 Juni 2024, pagi.

Selanjutnya, penemuan tengkorak ini dilaporkan ke polisi, dan sebagaimana diutarakan Sekdes Bojongharja, Taufik Hidayat, tengkorak itu kemudian dibawa polisi ke rumah sakit.

“Posisi tengkorak itu sekarang sudah dibawa oleh polisi ke rumah sakit,” kata Taufik. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Foto Pre-Wedding dengan Korban Perempuan, Jaksa Gadungan Ini Ditangkap Tim Pam SDO Kejati Jabar di Bogor
Tertibkan Tambang Ilegal di Gorontalo, Eks Kapolres Sukabumi:  “Ada yang Tidak Ingin Warga Menambang Legal”

Lowongan Kerja

Nasional Senin, 16-Mar-2026 19:14
Lowongan Kerja

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Minggu, 15-Mar-2026 20:12
Info Lowongan Kerja
Tanah SK Redis Labbai Diduduki SHGB PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Kejati Sulsel Selidiki Laporan Atas BPN Makassar
Alih Tanah Labbai ke PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Keponakan Ungkap Siapa Sebenarnya H. Raiya Dg. Kanang
Viral Acungkan Kapak dan Teror Karyawati di Cicurug Sukabumi, Lelaki asal Cisaat Ditangkap Polisi
Dapat Ganti Rugi Tanah Lantebung, Ahli Waris Labbai Kian “Pede” Gugat PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lebaran 2026: Selamat Tinggal Macet Horor Parungkuda-Sukabumi, Tol Bocimi Seksi 3 Siap Dibuka Fungsional
Puding Caramel Viral di Cibadak Sukabumi, Warga Cikole Sampai Jauh-Jauh Datang untuk Mengantre: “Rasanya Enak”
Duduki Tanah Ahli Waris Labbai dengan Modal SHGB, PT Bumi Karsa-Kalla Grup Bawa Bukti Fotokopi ke PN Makassar
Teladan Hukum Ahli Waris Labbai: Raih Ganti Rugi Tanpa Kekerasan, Lawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup di Makassar
Imbauan Polda Gorontalo Jelang Idul Fitri: Hati-Hati Transaksi Emas dari Hasil PETI
Korban PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Uang Ganti Rugi Tanah Ahli Waris Labbai Cair Juga: “Terima Kasih PN Makassar”
Jelang Buka Puasa, Kejari Kabupaten Sukabumi Berikan Takjil ke Pengguna Jalan, Kajari: “Kita Bagi-Bagi Rezeki”
Rugikan Negara Rp 394.861.618, Kades Neglasari Ditahan Kejari Kabupaten Sukabumi: “Ini Kriminalisasi"

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Kamis, 5-Mar-2026 20:23
Info Lowongan Kerja
Gelar Pengobatan Gratis, Kehadiran Bus Kesehatan Keliling PDIP Diapresiasi Kades dan Warga Nagrak Sukabumi

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 3-Mar-2026 22:07
Info Lowongan Kerja
Diduga Dibuang, Bayi Lelaki Masih Hidup Ditemukan dalam Kebun Bambu di Parungkuda Sukabumi