Diduga Jatuh Saat Ambil Air Laut, Mayat Perempuan 62 Tahun Ditemukan di Perairan Palabuhanratu Sukabumi

Rabu, 29 May 2024 13:25
    Bagikan  
Diduga Jatuh Saat Ambil Air Laut, Mayat Perempuan 62 Tahun Ditemukan di Perairan Palabuhanratu Sukabumi
Istimewa

Proses evakuasi korban yang tenggelam di laut.

SUKABUMITREN.COMSesosok mayat perempuan pada Selasa pagi, 28 Mei 2024, sekitar pukul 08:10 WIB, ditemukan terapung di perairan laut belakang Hotel Bayu Amarta, Palabuhanratu, Sukabumi. Ketika ditemukan, korban terlihat mengenakan kaos lengan warna orange, celana panjang warna hitam, dan tidak ditemukan luka-luka di tubuhnya.

Selanjutnya, jasad korban dibawa petugas Sat Pol Airud Polres Sukabumi ke RSUD Palabuhanratu untuk menjalani visum et revertum. Berdasarkan hasil identifikasi diketahui, korban bernama Sri Zumaeriyah, 62 tahun, warga Kompleks LP Wanita, R 001/ RW 004, Kelurahan Babakan, Kecamatan TangerangKota Tangerang, Banten, yang sehari-hari berprofesi sebagai pensiunan.

Seorang saksi mata, yang juga karyawan Hotel Bayu Amarta, bernama Asep Mulyana, mengatakan, penemuan mayat itu pertama kali dilaporkan oleh tamu Hotel Bayu Amarta kepada dirinya.

Baca juga: 3 Hari Hilang di Sungai Cicatih Sukabumi, Bocah Lelaki 12 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia

Awalnya, pagi itu, ada tamu yang lihat, bilang gini, 'Kayaknya itu mayit, Pak'. Kemudian, saya langsung laporan ke Polairud. Saya datang itu jam 8 (pagi). Berarti kejadiannya pagi, kata Asep.

Pegawai Hotel Bayu Amarta berusia 56 tahun ini mengungkapkan pula, bahwa di sekitar lokasi, saat itu, ditemukan juga tiga buah jerigen, yang posisinya berada di bawah karang pantai, dan terapung di tengah laut.

Diduga, korban adalah korban kecelakaan di laut. Sebelum ditemukan meninggal, korban ditengarai sedang mengambil air laut dengan menggunakan jerigen warna putih ukuran lima liter di atas karang Hotel Bayu Amarta. Saat itu, tiba tiba datang ombak dan gelombang besar, yang mengakibatkan korban terjatuh atau terpeleset ke laut, dan kemudian tenggelam.

Kalau saya enggak tahu persis (kronologi meninggalnya). Tapi, kayaknya mau mengambil air (laut). Soalnya, emang di situ ada jerigen. Iya, di situ, di bawah  (karang), ada jerigen satu, terus terapung (di laut) ada dua, ungkap Asep, yang mengaku merasa janggal dengan kondisi jasad korban, yang ketika ditemukan sudah terapung di laut. Padahal, korban saat itu diketahui belum lama tenggelam di laut, usai terseret ombak.

“Terseret ombaknya belum lama, katanya. (Ditemukan) udah terapung. Yang anehnya, kalau memang barusan (terseret ombaknya), tidak langsung terapung. Biasanya tenggelam. Tapi, (mayat) itu terapung, kata Asep. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Diserang Gerombolan OTK Bersajam di Cibadak Sukabumi, 4 Pemuda Terluka dan Harus Dirawat di RSUD Sekarwangi
Sambut Ramadhan, Perumda Tirta Jaya Mandiri Perluas Jaringan dan Optimalisasi Saluran Air Bersih di Sukabumi

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 27-Jan-2026 16:44
Info Lowongan Kerja

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Sabtu, 24-Jan-2026 23:59
Info Lowongan Kerja
Optimalkan Dana Desa, BUMdes Jayamekar Desa Tenjojaya Sukabumi Launching Budidaya Talas Pratama
Jembatan Leuwidinding Sukabumi Rusak, Warga dan Pelajar Seberangi Sungai Cimandiri dengan Perahu Karet

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Rabu, 21-Jan-2026 21:30
Info Lowongan Kerja
Dukung Program Rumah ASN dari Presiden, Wakajati Jabar Laksanakan Groundbreaking Rusun Kejati Jabar di Bandung

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Senin, 19-Jan-2026 20:22
Info Lowongan Kerja
Punya SK Redis-SHM, di Tanah Labbai Lantebung Makassar Didudukkan Surat dan Perkara PT Bumi Karsa-Kalla Grup
Disebut PN Makassar Bukan Tanah Sengketa, SK Redis Labbai Lebih Diakui dari SHGB PT Bumi Karsa-Kalla Grup
Gelar Kejuaraan AMPRO di TVRI pada 13 Februari 2026, Promotor Victoria: “Tinju Bisa Menjadi Masa Depan”
Jadi Tersangka Pelanggaran Hak Cipta, Konten Kreator asal Gorontalo Terancam 10 Tahun Penjara dan Denda 4 M
Kunjungi Pohuwato, Kapolda Gorontalo Pastikan Penertiban PETI di Seluruh Wilayah Gorontalo
Ganti Rugi Tanah Belum Cair, Ahli Waris Labbai Korban Klaim PT Bumi Karsa-Kalla Grup di Makassar Hidup Getir
Di Tanah Lantebung Makassar: SHM Labbai Tidak Ditemukan, tapi Bisa Ditumpangi SHGB PT Bumi Karsa-Kalla Grup
Ditangkap Polres Sukabumi Kota karena Cabuli Perempuan 15 Tahun, Lelaki asal Cisaat Terancam 15 Tahun Penjara

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Jumat, 9-Jan-2026 18:43
Info Lowongan Kerja

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Kamis, 8-Jan-2026 15:19
Info Lowongan Kerja
Adu Sah Alas Hak Tanah di Lantebung Makassar: Ahli Waris Labbai SK Redis-SHM, PT Bumi Karsa-Kalla Grup SHGB