Bangunan 3 Kelas Nyaris Ambruk, Puluhan Murid SDN Gunungbatu Sukabumi Belajar di Mushola dan Perpustakaan

Minggu, 20 Apr 2025 11:08
    Bagikan  
Bangunan 3 Kelas Nyaris Ambruk, Puluhan Murid SDN Gunungbatu Sukabumi Belajar di Mushola dan Perpustakaan
Hendi Suhendi

Bangunan SDN Gunungbatu di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi

SUKABUMITREN.COM - Kondisi tiga ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gunungbatu di Kampung Gunungbatu, RT 02/RW 04, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, kini sangat memprihatinkan. Tiga ruang kelas itu, yakni ruang kelas IV, V, dan VI, telah rusak parah sejak satu tahun terakhir ini.

Sebagaimana terlihat pada Rabu, 16 April 2025, tiga ruang kelas itu mengalami kerusakan berat hingga nyaris ambruk. Atapnya bocor, plafon berlubang, kayu penyangga lapuk, dinding retak, serta ubinnya pun telah terkelupas.

Baca juga: Cegah Bencana, Petugas Gabungan Pangkas Pohon Rawan Tumbang di Cikembar Sukabumi

Sekretaris Komite SDN Gunungbatu, Dadan Apriandani, mengatakan, pihak sekolah bersama pemerintah desa telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan melalui Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) selama tiga tahun berturut-turut. Namun, hingga kini, belum ada tanggapan serius dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.

“Kondisi bangunan sangat memprihatinkan. Kami sudah tiga tahun mengusulkan perbaikan melalui Musrenbang desa hingga tingkat kecamatan, tapi belum ada respons. Sekarang, murid kelas IV, V, dan VI tidak bisa belajar di kelas, karena bangunannya rusak berat dan atapnya roboh,” tutur Dadan, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Kebonpedes.

undefinedundefinedundefinedBangunan yang rusak adalah ruang kelas IV, V, dan VI

Baca juga: Info Lowongan Kerja Update Ke 116

Demi keselamatan para murid di tiga kelas itu, menurut Dadan, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dialihkan ke ruang perpustakaan, mushola, dan ruang kelas I, yang kondisinya masih layak pakai. “Dari total 150 murid di SDN Gunungbatu, sekitar 60 murid dari kelas IV, V dan VI terdampak langsung kerusakan bangunan sekolah ini,” ujar Dadan.

Bangunan sekolah yang rusak itu, menurut Dadan, terakhir kali dibangun sekitar 20 tahun yang lalu, dan belum pernah mendapatkan rehabilitasi yang memadai sejak saat itu. Sementara, beberapa ruang lainnya hanya sempat mendapat perbaikan ringan sekitar 10 tahun silam.

Baca juga: Info Lowongan Kerja Update Ke 115

“Kita juga sudah menyampaikan ini melalui UPTD Pendidikan Kecamatan Kebonpedes. Tapi, ya begitulah, belum ada realisasi. Kita berharap, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi bisa segera turun langsung meninjau kondisi SDN Gunungbatu,” kata Dadan.

undefinedundefinedMurid dari ruang kelas yang rusak dialihkan belajar di ruangan lain

Dadan pun berharap, dengan adanya perhatian dari pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, kondisi sarana pendidikan bisa menjadi prioritas, demi menjamin keamanan dan kenyamanan murid serta guru dalam proses belajar mengajar.

Baca juga: Mayat OTK Ditemukan di Sungai Cibodas Sukabumi, Dievakuasi ke RSUD Sekarwangi, Berikut Foto-fotonya

“Harapannya, dengan adanya prioritas Pak Presiden, Pak Gubernur, dan Pak Bupati, mungkin di leading sektor kita untuk meningkatkan kinerja dunia pendidikan yang lebih baik, dengan adanya fasilitas yang baik. Semoga, ini jadi perhatian serius. Dengan fasilitas yang layak, tentu anak-anak bisa belajar lebih aman dan nyaman,” urai Dadan. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Pulihkan Dampak Bencana 27 Oktober 2025, Menko PM Letakkan Batu Pertama Hunian Relokasi di Cisolok Sukabumi
Pulihkan Dampak Bencana 27 Oktober 2025, Menko PM Letakkan Batu Pertama Hunian Relokasi di Cisolok Sukabumi
Ironi di Pamuruyan Sukabumi: Jembatan Lama Diperbaiki, Jembatan Baru Dibiarkan Mangkrak 4 Tahun
Tanah 27 Hektar Ditawar 150 Juta, Ahli Waris Labbai Tolak Uang Damai PT Bumi Karsa saat Mediasi di PN Makassar
“Gebyar Festival Musik” di Tasikmalaya: Ria dari Garut dan Toni Asban asal Yogyakarta Sukses Jadi Juara
Diduga Jual Obat Keras Terbatas Tanpa Izin, Warung di Cicurug Sukabumi Digerebek Polisi dan TNI
Tanah Labbai Beralas Hak SK Redis, Ditimpa SHGB PT Bumi Karsa Kalla Grup di Proyek Jalur KA Lantebung Makassar
As Pully Patah saat Lintasi Jalan Rusak, Truk Tronton Bermuatan Batu Terguling di Cikembar Sukabumi
Tawarkan Uang Damai 150 Juta, PT Bumi Karsa Beli Tanah di Lantebung Makassar dari Orang Sudah Meninggal Dunia
3 Hari, Murid TK Ignatius Slamet Riyadi Gatsu Bandung Berlatih Tanam Bayam, Mengenal Hewan, dan Ecoprint
150 M Ditawar 150 Juta, Ahli Waris Labbai Tuding PT Bumi Karsa Anggap Remeh Pemilik Tanah Lantebung Makassar
Operasi Pencarian Berujung Duka: 2 Pemancing yang Hilang di Pantai Cikeueus Sukabumi Ditemukan Meninggal Dunia
Resmikan Kampung Ikan Damandiri di Tanjungwangi Subang, Kang Akur: “Jadi Edu-Wisata Belajar Teknologi Bioflok"
Didampingi KNPI dan Komunitas Rumah Literasi Merah Putih, Korban Pelecehan Oknum Guru Lapor ke Polres Sukabumi
“Langsung clep, nggak Mau Berhenti”, Truk Pengangkut Batubara Terguling di Parit Jalan Perintis 99 Sukabumi
Tandai Eksistensi 3 Dekade, LPB akan Pentaskan "Koplak-Koplak" di Rumentang Siang Bandung 23  November 2025
Yusef Muldiyana: Cinta Panggung Berkat Pekerja Kebun, Bersama LPB Tempuh Jalan Kesenimanan Tak Berkesudahan
Sabtu Kreatif di TK-SD Ignatius Slamet Riyadi Gatsu Bandung: Murid Berlatih Olah Jelantah Jadi Sabun dan Lilin
Hidupkan Sepeda Motor Dalam Kamar saat Cuaca Mendung, Rumah di Kabandungan Sukabumi Dimangsa Api
Jabat Dirreskrimsus, Mantan Kapolres Sukabumi Ini Bongkar Kasus Transfer Fiktif di Bank BRI Wonosari Gorontalo