Mengenang “Tribute to Arswendo Atmowiloto”: 100 Hari Setelah Duka 19 Juli 2019

Jumat, 19 Jul 2024 09:32
    Bagikan  
Mengenang “Tribute to Arswendo Atmowiloto”: 100 Hari Setelah Duka 19 Juli 2019
Istimewa

SUKABUMITREN.COMHari ini, 19 Juli, lima tahun yang lalu, Arswendo Atmowiloto, atau akrab disapa Mas Wendo, berpulang ke Haribaan Sang Pencipta. Walau kepergian untuk selamanya itu lebih dahulu disertai dengan sakitnya Mas Wendo, tetap saja kepedihan luar biasa dialami oleh siapa pun yang pernah mengenal dekat dan juga bekerja bersama Almarhum.

Jurnalis, penulis banyak buku, dan pendiri sejumlah media cetak ternama ini lahir di Solo, 26 November 1948. Wafat dalam usia 70 tahun pada 19 Juli 2019, tangan dingin Mas Wendo telah menginspirasi banyak orang dan anak didiknya untuk tidak ragu menekuni dunia jurnalistik dan tulis-menulis.

Baca juga: Mengenang Monitor, Ikon Pelopor Tabloid Hiburan Tanah Air


Demi mengenang jasa Sang Guru itu pula, para anak didik ini kemudian menginisiasi terlaksananya acara bertema “Tribute to Arswendo Atmowiloto” pada Sabtu malam, 30 November 2019, di Grha Muncul Mekar, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Nama gedung milik produsen jamu, PT Sido Muncul, itu, konon juga diberikan oleh Mas Wendo.

Sabtu malam itu, di bawah terpaan hujan yang turun dengan luar biasa lebat, satu demi satu sosok anak didik Mas Wendo datang meramaikan acara “tribute” tersebut. Hadir pula keluarga dan para sahabat Mas Wendo.

Masih tersimpan benar dalam ingatan Penulis, suasana “asyik” yang tercipta secara alamiah pada malam yang meriah itu.

Ada Butet Kartaredjasa, Slamet Rahardjo Jarot, Reny Djajoesmaan, Dian Piesesha, Maudy Koesnaedi, Sandy Nayoan, Romo Mudji Sutrisno, Efix Mulyadi, Sonny Tulung, serta sejumlah jurnalis yang pernah menjadi anak buah Mas Wendo, yang  saat itu telah menyebar dan menjadi petinggi di berbagai media cetak, elektronik, dan juga online.


undefined

Satu demi satu dari mereka tampil menyampaikan kenangannya berinteraksi dengan Mas Wendo semasa bersama dulu, dalam acara yang dipandu oleh host terkenal, Sonny Tulung, tersebut.

Jodhi Yudono, salah satu mantan rekan kerja Mas Wendo, yang malam itu tampil menyanyikan puisi ciptaannya, mengatakan, “Kami pernah dididik, diasuh, dan jadi bagian hidup Mas Wendo, merasa spirit yang diwariskan Beliau harus tetap dijaga.”

Ucapan senada disampaikan Ricke Senduk. Ketua Panitia Tribute to Arswendo Atmowiloto” ini, dalam sambutannya mengungkapkan, karya-karya Mas Wendo membuatnya layak untuk selalu dikenang oleh siapa saja yang mengenal dan dekat dengan Mas Wendo.

Kenangan itu pula yang kemudian disajikan secara berturutan di acara ini, melalui pembacaan buku "Mengarang itu Gampang" oleh Hanan Farhan Sani, "Canting" oleh Renny Djajoesman, serta fragmentasi "Kiki dan Komplotannya" oleh Btari Chinta.

Tak ketinggalan, penyanyi melankolis Dian Piesesha turut menyumbangkan suara merdunya lewat lagu "Tak Ingin Sendiri", yang merupakan lagu favorit Mas Wendo.



Kemudian, Maudy Koesnaedi ikut tampil pula menyampaikan testimoni perjalanan keartisannya yang “moncer”, antara lain berkat jasa Mas Wendo.

Selanjutnya, ada pula kisah yang diungkapkan tokoh perfilman nasional, Slamet Rahardjo Djarottentang kedekatannya dengan Mas Wendo.

Kisah yang tak kalah seru juga diutarakan aktor Sandy Nayoan, perihal pertemuannya dengan Mas Wendo, demi peran sebagai Atmo dalam serial "Menghitung Hari". Berkat serial itu pula, Sandy bisa menirukan dengan sangat pas gaya bicara dan guyon Mas Wendo.

Patut pula diingat penuturan Romo FX Mudji Sutrisno, yang malam itu khusus membahas "Barnabas", karya terakhir Mas Wendo menjelang meninggalnya.

Juga, cerita Butet Kertaredjasa, yang berkat Mas Wendo, bisa mengenal yang namanya teater, hidup dari teater, belajar menulis, dan kini bisa menjadi seniman ternama.

Cerita tak kalah menarik juga dikisahkan Adrian Herlambang. Sosok di balik kesuksesan bisnis Tabloid Monitor ini bercerita tentang kesuksesan tabloid yang tiada duanya di Tanah Air itu, dari awal hingga akhir, berkat racikan ide Mas Wendo.

Di akhir acara, keluarga Mas Wendo pun tampil bernyanyi bersama seluruh panitia dan pengisi acara. Salah satu cucu Mas Wendo yang bernama Kania, pada kesempatan itu membacakan puisi yang khusus ditulisnya saat ulang tahun mendiang kakeknya tersebut.

Tribute To Arswendo Atmowiloto adalah kerja keroyokan, gotong royong, sukarela tanpa dibayar,  dari kawan dan sahabat, yang dahulu pernah menjadi mitra kerja di berbagai majalah dan tabloid pimpinan Mas Wendo.

Posisi kerja mereka dulu beragam: dari Pimpinan UmumPemimpin Redaksi, Wartawan, Fotografer, Disainer Grafis, Pelukis, Karikaturis, sampai Sekretaris.

Penulis pun merasa bersyukur bisa turut terlibat dalam acara ini, dengan membantu dalam pengadaan arsip dan dokumentasi media cetak yang pernah dirintis dan dikelola oleh Mas Wendo, seperti Tabloid Monitor, Majalah Midi, Majalah Hai, Majalah Senang, Tabloid Dangdut, Tabloid Citra, Tabloid Citra Musik, Majalah Kawanku, Tabloid Bintang Indonesia, dan surat kabar berbahasa Jawa: Dharma Kanda.

Surat Kabar terbitan Surakarta pada tahun 1970 ini, merupakan media pertama Mas Wendo dalam karier jurnalistiknya.

Semoga, kelak, akan ada lagi “tribute-tribute” berikutnya, karena sosok sekaliber Mas Wendo memang sudah sepatutnya untuk selalu di-tribute-kan. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Derita Labbai Serupa Tjoddo: Tanah Hak Milik di Makassar “Dikalahkan” SHGB Perusahaan Besar

Lowongan Kerja

Nasional Senin, 16-Mar-2026 19:14
Lowongan Kerja

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Minggu, 15-Mar-2026 20:12
Info Lowongan Kerja
Tanah SK Redis Labbai Diduduki SHGB PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Kejati Sulsel Selidiki Laporan Atas BPN Makassar
Alih Tanah Labbai ke PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Keponakan Ungkap Siapa Sebenarnya H. Raiya Dg. Kanang
Viral Acungkan Kapak dan Teror Karyawati di Cicurug Sukabumi, Lelaki asal Cisaat Ditangkap Polisi
Dapat Ganti Rugi Tanah Lantebung, Ahli Waris Labbai Kian “Pede” Gugat PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lebaran 2026: Selamat Tinggal Macet Horor Parungkuda-Sukabumi, Tol Bocimi Seksi 3 Siap Dibuka Fungsional
Puding Caramel Viral di Cibadak Sukabumi, Warga Cikole Sampai Jauh-Jauh Datang untuk Mengantre: “Rasanya Enak”
Duduki Tanah Ahli Waris Labbai dengan Modal SHGB, PT Bumi Karsa-Kalla Grup Bawa Bukti Fotokopi ke PN Makassar
Teladan Hukum Ahli Waris Labbai: Raih Ganti Rugi Tanpa Kekerasan, Lawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup di Makassar
Imbauan Polda Gorontalo Jelang Idul Fitri: Hati-Hati Transaksi Emas dari Hasil PETI
Korban PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Uang Ganti Rugi Tanah Ahli Waris Labbai Cair Juga: “Terima Kasih PN Makassar”
Jelang Buka Puasa, Kejari Kabupaten Sukabumi Berikan Takjil ke Pengguna Jalan, Kajari: “Kita Bagi-Bagi Rezeki”
Rugikan Negara Rp 394.861.618, Kades Neglasari Ditahan Kejari Kabupaten Sukabumi: “Ini Kriminalisasi"

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Kamis, 5-Mar-2026 20:23
Info Lowongan Kerja
Gelar Pengobatan Gratis, Kehadiran Bus Kesehatan Keliling PDIP Diapresiasi Kades dan Warga Nagrak Sukabumi

Info Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 3-Mar-2026 22:07
Info Lowongan Kerja
Diduga Dibuang, Bayi Lelaki Masih Hidup Ditemukan dalam Kebun Bambu di Parungkuda Sukabumi
Diguyur Hujan Intensitas Tinggi, Longsor dan Banjir Rendam Jalan dan Rumah Warga di Cibadak Sukabumi