Berusia 7 Tahun Pada 18 Agustus 2024, NBS Radio Kian Eksis Menyapa di Udara “Dari Indonesia Untuk Dunia”

Senin, 19 Aug 2024 20:53
    Bagikan  
Berusia 7 Tahun Pada 18 Agustus 2024, NBS Radio Kian Eksis Menyapa di Udara “Dari Indonesia Untuk Dunia”
Nata Sofia Rubianto

Kue ulang tahun ke-7 NBS Radio, Minggu, 18 Agustus 2024

SUKABUMITREN.COM - Hari Minggu, 18 Agustus 2024, itu terasa benar sangat spesial bagi Nata Sofia Rubianto. Selama dua jam, mulai pukul 08:00-10:00 WIB, penyiar yang akrab disapa Teh Nata ini “cuap-cuap” di udara, memandu program “Sapa Persada Peduli” (SPP) bagi pendengar setia NBS Radio, yang akrab disebut Sobat NBS.

SPP adalah program pemutaran lagu-lagu pop Indonesia pilihan pendengar, yang mengudara pada setiap seminggu sekali di NBS Radio. Bila mengudaranya SPP pada saat itu menjadi momen spesial bagi Teh Nata, tiada lain karena juga bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) ke-7 NBS Radio.

Baca juga: Sambut HUT RI ke-79, Aneka Replika dari Limbah dan Bahan Bekas Meriahkan Karnaval di Cibadak Sukabumi

Kemeriahan dan keseruan pun sontak menyertai SPP saat mengudara dari Studio NBS Radio di Kompleks Perumahan Bumi Cileunyi Asri, Bandung. Para Sobat NBS riuh mengucapkan selamat ulang tahun melalui pesan Whatsapp (WA), voice note, dan juga telepon, yang langsung diudarakan di SPP. Ucapan yang sama juga disampaikan para pendengar setia NBS Radio dari berbagai kota di seluruh Indonesia.

Usai SPP mengudara, sebuah acara syukuran sederhana pun digelar di Studio NBS Radio, dengan dihadiri pemilik, penyiar, dan perwakilan pendengar. Pada saat yang penuh khidmat, bahagia, dan gembira itu, resmi dirilis pula logo baru NBS Radio, dari semula berwarna biru menjadi dominan kuning.

Baca juga: Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-79 di Kabupaten Sukabumi, Bupati Marwan Hamami Ajak Warga Terus Berinovasi

Warna kuning di logo baru itu mewakili elemen bumi atau tanah, yang mengandung arti kestabilan, andal, penuh dengan nutrisi. Sedangkan warna oranye melambangkan keceriaan. Warna merah adalah simbol keberuntungan, vitalitas, dan energi positif. Dan tulisan warna hitam melambangkan hubungan positif serta eksplorasi yang mendalam.

undefinedundefinedundefinedundefined

Bermula dari Hobi, NBS Radio Resmi Berdiri

NBS Radio adalah sebuah stasiun radio tanpa gelombang. Mengudara melalui digital radio streaming, nama NBS di radio ini merupakan singkatan dari Nata Bewara Swara. Nama ini terkait dengan sosok pemilik radio ini, yakni Nata Sofia, atau Teh Nata, yang bersama Sang Suami, Ibnu Rubianto, mendirikan radio ini pada 18 Agustus 2017.

Baca juga: Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-79 di Polres Sukabumi, Inspektur Upacara: “Terus Berjuang Sebagai Anggota Polri”

Saat awal radio ini didirikan, niat sesungguhnya adalah untuk menyalurkan hobi Teh Nata “ngobrol” di udara melalui perangkat streaming di rumahnya. Teh Nata adalah penyiar radio senior di Bandung. Pengalamannya selama puluhan tahun mengudara sejak tahun 1980-1990-an, membuat Teh Nata telah menjadi ikon penyiar radio di Kota Kembang tersebut.

Dikenal dengan nama Nata Nadia, Teh Nata antara lain pernah menjadi penyiar di Radio GMR (Generasi Muda Radio), sebuah “Radio Rock” di Indonesia. Ia pernah pula aktif sebagai host dan pembicara dalam berbagai kegiatan. Setelah berhenti sebagai penyiar di sebuah stasiun radio ternama, Teh Nata bersama suaminya, Ibnu Rubianto, yang merupakan ahli IT, kemudian mendirikan NBS Radio, sebuah stasiun radio berbasis internet.

undefinedundefinedNata Sofia Rubianto (kanan) bersama suami, Ibnu Rubianto

Baca juga: Peringati HUT Kemerdekaan RI ke-79, Warga Lembursitu Sukabumi Gelar Upacara Detik-Detik Proklamasi

Kini, NBS Radio tak lagi menjadi sekadar sarana penyalur hobi siaran bagi Teh Nata. Radio ini juga bukan lagi sekadar sebuah radio streaming, yang mengedepankan kualitas suara dan memanjakan telinga pendengarnya dengan sajian lagu-lagu cantik yang merdu saja. NBS Radio sekarang hadir 24 jam dalam sehari-semalam, dengan beragam program dan sajian acara yang menarik bagi pendengarnya.

Sejumlah program unggulan saat ini rutin diudarakan NBS Radio pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Semisal program “Indonesia Kemarin”, yang memutar lagu-lagu pop Indonesia yang pernah hits pada era tahun 90-an. Program request pendengar ini diasuh langsung oleh Teh Nata, dengan jumlah pendengar telah mencapai sekitar 5.000 pasang telinga, sehingga menjadi salah satu program radio terfavorit di Bandung.

Baca juga: Pisah Sambut Kapolres Sukabumi: AKBP Samian Resmi Gantikan AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro

Program unggulan lainnya adalah “Rock Never Die”, yang mengudara pada hari Minggu, dan dipandu oleh penyiar radio senior di Bandung, sekaligus Kepala Studio NBS Radio, yakni Joey Cardinal. Acara ini diakui bisa mengobati kerinduan pendengar terhadap musik rock, yang dulu pernah identik dengan Radio GMR (Generasi Muda Radio), sebuah stasiun radio legendaris yang khusus mengusung lagu-lagu rock.

Berkat program “Rock Never Dies”, NBS Radio sukses mengajak pendengar untuk berkilas-balik ke era kejayaan musik rock dan panggung pertunjukan pada tahun ‘90-an.

undefinedundefinedundefined

Baca juga: Jaga Kebugaran Anggota, Polres Sukabumi Laksanakan Apel Pagi dan Olahraga Bersama

Program lain yang jadi unggulan NBS Radio adalah “Satu Jam Bersama”, yang berisikan bincang-bincang ringan dengan bintang tamu, tokoh, public figure, seniman, motivator, penulis, artis, musisi, dan lainnya. Bintang tamu yang pernah hadir dan mengisi program “Satu Jam Bersama” di NBS Radio ini, antara lain adalah penyanyi Rieka Roslan, Dewi Gita (penyanyi), Chand Parwez Servia (tokoh perfilman), Nicky Ukur (musisi), Ricky Basuki (musisi), Bongky “Slank” (musisi), Ganjar Noor (musisi), Avedis Mutter (musisi), Danny “Java Jive” (musisi), Iwak K (rapper), Irwan Iskandar (Pemimpin Redaksi Majalah Hai), Jeto San (penulis/motivator), Oky Syeiful Harahap (penulis/motivator), Dian Kencana (penulis), Kin Sanubary (kolektor media), Yulius Widi Nugroho (dosen), Mukti Mukti (seniman), Kyai Matdon (sastrawan), Iboy (komika), Abew Habsta (musisi), Ary Juliant (musisi), Yadi Basayev (motivator), Fitri Setiamawati (entrepreneur), Irawati Hermawan (pengusaha), Opick Gelang (musisi), Ilham Cakra (Beatlemania), Rap Rock United Indonesia, General Maya, Nyanyian Sinyo, serta berbagai komunitas seperti Majelis Sastra Bandung, Manjang Manjing, Nyarisi, Barudak Tatanen, Cupumanik, Mega Artha Ananta, Choral.ID, dan pasangan fotografer senior Atie dan Ray Bachtiar.

undefinedundefinedundefined

“Tanpamu Kita Takkan Begini”

Seiring usianya yang kini telah menginjak tujuh tahun, NBS Radio juga kerap berkolaborasi dengan para seniman, penyanyi, musisi, dan grup band, dengan menjadi radio partner di berbagai event pertunjukan, serta menjalin kemitraan dengan stasiun radio luar negeri dan menjadi wadah untuk silaturahmi.

Baca juga: Rayakan Kiprah 15 Tahun di Dunia Musik Indonesia, SKRL Band Rilis Album “Metamorfosa” pada Bulan Merdeka

Beberapa kali pula, NBS Radio mengadakan acara “off air”, berupa temu pendengar, halal bihalal, atau silaturahmi diantara pendengar dan penyiar, serta pendengar dan pendengar. Acara “kopi darat” ini juga menjadi ajang kebersamaan diantara pendengar NBS Radio, yang datang dari berbagai kota di Tanah Air.

Acara silaturahmi ini rutin diadakan oleh komunitas pendengar NBS Radio, yang dinamai “PaPi 8090”, singkatan dari “Putra Putri Angkatan tahun ‘80-’90-an”, selaku mayoritas pendengar setia NBS Radio.

Baca juga: Pernah Ada Kebijakan “Nasi Djagung” Soekarno dan Lagu “Iwak Peyek”, Orang Indonesia Tetap Saja “Beras Melulu”

Motto komunitas ini adalah “Tanpamu Kita Takkan Begini”, yang menunjukkan akan betapa pentingnya hubungan antara pemilik, manajemen, crew, penyiar, dan pendengar NBS Radio.

undefined

undefined

Saat ini, komunitas pendengar NBS Radio yang aktif ada sekitar 100 orang, serta tersebar di berbagai kota, mulai dari Bandung, Cimahi, Cianjur, Ciamis, Cikarang, Subang, Sumedang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Balikpapan, Medan, hingga Belanda.

Baca juga: Mengenang Selera 2 Bapak Bangsa: Soekarno Gemar Nasi Jagung, Hatta Menyukai Sayuran

Dalam setiap acara yang rutin diadakan komunitas ini, para pendengar setia NBS Radio itu tidak hanya datang untuk bersilaturahmi, namun juga menikmati serangkaian acara yang menarik, seperti pertunjukan musik dari musisi dan band-band Kota Bandung.

undefinedundefinedundefined

Teh Nata memastikan, acara “Temu Pendengar” ini akan tetap menjadi agenda rutin pada setiap tahunnya. “Acara ini tidak hanya sebagai ajang bersenang-senang, tetapi lebih dari itu, sebagai bentuk komitmen untuk terus mempererat tali silaturahmi di antara keluarga besar NBS Radio,” kata Teh Nata.

Baca juga: Menunggu Sejak 2019, Penyintas Bencana Tanah Bergerak di Nyalindung Sukabumi Akhirnya Dapat Huntap

Alhasil, hubungan yang kemudian terjalin tidak sebatas di udara saja, tetapi juga tercipta dalam wujud kebersamaan yang nyata. NBS Radio telah tumbuh menjadi bukan lagi sekadar radio streaming, namun juga sarana penghubung penting antar pendengar, penyiar, musisi, dan banyak pihak lainnya di mana pun berada.

Maka, pas bila NBS Radio juga punya motto: “Dari Indonesia Untuk Dunia”. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Jaga Kepercayaan Masyarakat kepada Institusi Kejaksaan”

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 23-Jun-2026 18:19
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Metro Bekasi Kota Gelar Lomba Mancing Mania di Kolam Pemancingan Bang Bolon Bekasi Selatan
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Berikan Sumbangsih yang Bermanfaat untuk Masyarakat”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Dilantik Kajati Jabar, Tumpal Eben Ezer Resmi Jabat Kajari Kabupaten Sukabumi
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Raih 2 Gelar Juara 1 di Ajang AAI Award 2026, Kepala Bapenda Sukabumi Apresiasi Seluruh Pegawai yang Sudah Bekerja Keras dalam Pengelolaan Arsip
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Mantan Kapolres Sukabumi: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Bacok 3 Pelajar Hingga Terluka di Nagrak Sukabumi, OTK Diburu Polisi
Lalulintas Tengah Padat Saat Jam Pulang Karyawan Pabrik, Truk Tabrak 1 Sepeda Motor dan 3 Mobil di Cibadak Sukabumi
Dukung Asta Cita Presiden RI, Satlantas Polres Sukabumi Laksanakan Program Optimalisasi Lahan Pertanian bagi Komoditas Jagung
Resmi Jawab Somasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir: “Ahli Waris Labbai Sudah Puluhan Tahun Mencari Keadilan”

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Rabu, 10-Jun-2026 20:46
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Selasa, 9-Jun-2026 18:55
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Rupa-Rupa Senin, 8-Jun-2026 21:41
Lowongan Kerja
Tanah Diduduki dan Disomasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Jubir Ahli Waris Labbai: “Kita Santai Saja, Tunggu Putusan Pengadilan Negeri Makassar”